Suara.com - Penasihat hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak, turut menanggapi soal kesaksian asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang kerap tidak konsisten.
Yang sangat mencolok tentu kesaksian ART Susi ketika dihadirkan di persidangan pada Selasa (1/11/2022) kemarin. Susi bahkan sampai ditegur dan diancam pidana oleh hakim karena memberikan keterangan yang tidak konsisten.
Menurut Kamaruddin, hal ini terjadi karena posisi Susi yang serba salah sebagai seorang saksi. "Susi itu sebetulnya orang yang sangat tidak nyaman dalam memberikan keterangan, karena polisi kurang pandai," kata Kamaruddin.
"Harusnya polisi memisahkan Susi dari rumah Saguling, atau dari kekuasaan Ferdy Sambo dan PC kalau dia mau digunakan sebagai saksi yang menerangkan sebenarnya," lanjutnya, seperti dikutip Suara.com dari program Kontroversi di kanal YouTube metrotvnews, Jumat (4/11/2022).
Sebagai ART, Susi memang mengetahui lebih banyak tentang kondisi dan aktivitas para terdakwa. Namun di sisi lain, Susi juga mendapat upah dari mereka, sehingga tentu sulit untuk Susi mengungkap yang sebenar-benarnya.
"Bagaimana kita meminta keterangan yang sebenarnya dari Susi tapi di sisi lain kita taruh dia di rumah itu. Sama saja kita menyuruh Susi bunuh diri, karena dia menerima upah dari PC sampai hari ini tetapi kita menyuruh melawan majikannya. Ini kan kekonyolan," terang Kamaruddin.
Pengacara yang kerap melempar pernyataan kontroversial ini menilai seharusnya polisi mempertimbangkan aspek tersebut sebelum meminta keterangan, apalagi menuntut penjelasan yang sebenar-benarnya dari Susi.
Padahal caranya cukup sederhana, misalnya dengan mencarikan tempat lain yang bisa mempekerjakan Susi sehingga ia tak lagi bergantung pada keluarga Sambo dan Putri.
Kamaruddin meyakini status Susi sebagai ART juga yang membuatnya tidak memberikan kesaksian sejujur-jujurnya. Kesaksian ini juga tidak akan banyak berubah kecuali Susi dibebaskan dari tekanannya, yakni bekerja di rumah Sambo dan Putri.
ART Kodir Juga Terancam Dijadikan Tersangka
Bukan cuma Susi, kesaksian yang disampaikan ART bernama Diryanto alias Kodir juga memicu kemarahan para penegak hukum. Bahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendesak hakim agar menjadikan Kodir sebagai tersangka.
Hal ini terjadi ketika Kodir memberikan kesaksian di kasus obstruction of justice dengan terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria pada Kamis (3/11/2022).
Dalam kesempatan itu JPU mencecar Kodir tentang kesaksiannya yang diminta Sambo untuk menghubungi Ridwan Soplanit. Saat itu Kodir dinilai berbelit-belit sehingga JPU meminta hakim menetapkan Kodir sebagai tersangka.
"Majelis hakim kami melihat saksi ini sudah berbelit dan berbohong, kiranya supaya majelis hakim mengeluarkan penetapan untuk menjadikan saksi ini jadi tersangka," tegas JPU.
JPU juga sempat menegur Kodir karena cengengesan di persidangan. "Jangan bohong lah, jangan ketawa, jangan cepat-cepat, jangan bohong, kejebak lho," desak JPU.
Berita Terkait
-
Emosi, Jaksa Minta Hakim Tetapkan ART Kodir Jadi Tersangka: Saksi Ini Sudah Berbelit-belit dan Berbohong
-
Keukeuh! Kuat Ma'ruf Tak Punya Hubungan Spesial dengan PC, Kuasa Hukum: Mereka Hanya Majikan dan ART
-
Sengaja Pelototin Ferdy Sambo, Tante Brigadir J Melawan: Kita Harus Kuat Jangan Takut, Tantang Dia!
-
Kronologi Kodir ART Sambo Mengaku Bersihkan Darah dengan Serokan Kayu
-
Kematian Konon Sudah 'Diincar', Kamaruddin Duga Kuat Ma'ruf Cemburu Brigadir J Dekat dengan Putri Sambo
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan
-
Operasi Pekat Jaya Sepekan, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku Tawuran, 56 Sajam Disita
-
Telak! Baru 7 Hari Dilantik Menkeu Purbaya, Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagsel Diciduk KPK