Suara.com - KGPAA Paku Alam VIII secara resmi akan menerima gelar dari Pemerintah sebagai tokoh Pahlawan Nasional. Penyerahan gelar tersebut akan berlangsung di Istana Negara pada tanggal 7 November 2022. Bagi yang ingin mengenal sosoknya, berikut ini Profil KGPAA Paku Alam VIII.
Sebelumnya diberitakan melalui akun Twitter Mahfud MD @mohmahfudmd bahwa KGPAA Paku Alam VIII masuk dalam daftar tokoh yang akan menerima gelar Pahlawan Nasional.
"Twips. Pemerintah akan anugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 5 putera pejuang dan pengisi kemerdekaan Indonesia. Kepada daerah-daerah dan instiusi-institusi warisannya dipersilakan melakukan tahniah (syukuran). Penganugerahan gelar oleh Presiden akan dilakukan di Istana Negara tanggal 7 November 2022," Tulis Mahfud Md selaku Menko Polhukam melalui akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd, Kamis (3/11/2022).
Mungkin diantara kamu masih ada yang belum mengetahui siapa sosok KGPAA Paku Alam VIII. Nah oleh karena itu, bagi yang ingin mengenalnya lebih dekat, yuk simak profil KGPAA Paku Alam VIII yang dirangkum dari berbagai sumber.
Profil KGPAA Paku Alam VIII
KGPAA (Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya) Paku Alam VIII ini adalah Raja Paku Alam dari tahun 1937 - 1989. Selain sebagai raja, KGPAA Paku Alam VIII juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Yogyakarta I usai proklamasi kemerdekaan RI.
Melansir dari situs resmi Pemprov DIY, KGPAA Paku Alam VIII bukan hanya sebagai pemimpin, tapi juga pejuang yang berjuang untuk kemerdekaan RI. Peran Paku Alam VIII bagi bangsa dan negara begitu besar, terutama kiprah dan perhatiannya tentang dunia pendidikan.
Diketahui juga, guna meningkatkan kemajuan pendidikan rakyat di Kadipaten Pakualaman, Paku Alam VIII tidak pernah letih melakukan pemberantasan buta huruf dengan mengajarkan baca tulis kepada rakyatnya. KGPAA Paku Alam VIII juga bersama Sultan Hamengku Buwono IX memberikan dukungan penuh atas berlangsungnya pendidikan yang ada di Yogyakarta.
Hal tersebut terbukti dengan dibangunnya perguruan tinggi seperti, UGM, UNY (yang dulu dikenal dengan nama IKIP), dan IAIN. Selain itu, didirikannya juga SD Puro Pakualaman (yang dulu dikenal dengan nama Sekolah Rakyat) serta SMP Puro Pakualaman.
Baca Juga: Profil K.H Ahmad Sanusi, Ulama Jawa Barat yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Tak berhenti sampai disitu, pada Juni 1979, dibanguni Yayasan Notokusumo. Melalui yayasan tersebut, Paku Alam VIII secara resmi membuka sekolah dalam bidang Akademi Administrasi Negara serta Akademi Keperawatan Notokusumo.
Nah demikian sekilah informasi mengenai Profil KGPAA Paku Alam VIII, yakni Raja Paku Alam (1937 - 1989) yang akan menerima gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah bersama 4 tokoh lainnya di pada 7 November 2022.
Beberapa nama 4 tokoh lainnya yang mendapat gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah yaitu Dr dr HR Soeharto (Jawa Tengah), dr R Rubini Natawisastra (Kalimantan Barat), H Salahuddin bin Talabuddin (Maluku Utara), dan KH Ahmad Sanusi (Jawa Barat).
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata
-
Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia
-
Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel
-
Kasus ISPA Sempat Naik, Pancoran Perkuat Edukasi Kesehatan Lewat 125 Kader
-
Lobi Prabowo ke Putin Berhasil Amankan Pasokan BBM, Eddy Soeparno: Indonesia Masuk Zona Aman
-
Iran Perketat Aturan Selat Hormuz Hadapi Blokade AS di Teluk Persia
-
Polemik Ijazah Jokowi Kembali Ramai usai Nama JK Disebut, Pengamat Soroti Perang Narasi
-
Dinkes Catat Lonjakan Kasus ISPA: Waspadai Biaya Tersembunyi di Balik Batuk yang Tak Tertangani
-
Senjata Makan Tuan Blokade AS di Selat Hormuz, Awas China Bisa Ngamuk
-
Gus Lilur Kritik "Gus-Gus Nanggung" yang Peralat NU Demi Kepentingan Kekuasaan