Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menanggapi ihwal absennya Presiden Joko Widodo di perayaan puncak HUT ke-11 NasDem pada Jumat (11/11). Paloh menjawab singkat bahwa acara NasDem internal.
"Acara internal," kata Paloh di JCC Senayan saat menghadiri rangakaian HUT ke-11 NasDem, Kamis (10/11/2022).
Paloh juga memberikan jawaban serupa saat ditanya apakah NasDem mengundang perwakilan partai di koalisi pemerintah dan partai-partai lain.
"Internal," singkat Paloh.
Diketahui Jokowi dipastikan tidak akan menghadiri secara fisik perayaan puncak HUT ke-11 Partai NasDem di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta pada 11 November 2022.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Ahmad Ali. Ia mengemukakan, Jokowi tidak menghadiri puncak acara ulang tahun partai yang kini telah menetapkan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden tersebut.
"HUT ini, Pak Jokowi akan memberikan sambutan lewat video, nanti ada pengarahan Pak Jokowi yang dia akan diputarkan," kata Ali kepada wartawan, Rabu (9/11).
Ketidakhadiran Presiden Jokowi tersebut berbeda dengan perayaan HUT dua partai lain yang dirayakan baru-baru ini. Semisal pada Jumat (21/10) lalu, Jokowi tampak menghadiri puncak acara HUT ke-58 Partai Golkar. Dalam sambutannya, Jokowi secara tegas mengemukakan jangan sembrono dalam memilih capres untuk Pilpres 2024.
"Saya yakin, saya yakin Golkar akan dengan cermat, akan dengan teliti, akan dengan hati-hati tidak sembrono dalam mendeklarasikan calon presiden dan wakil presiden 2024," katanya.
Pun pengulangan pesan tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan pidato dalam puncak HUT Partai Perindo ke-8. Saat itu, Jokowi mengemukakan, untuk menakhodai 270 juta lebih rakyat Indonesia, partai politik diminta tidak sembrono untuk mendeklarasikan capresnya.
"Ya, memang harus hati-hati. Ini menahkodai 270 juta rakyat Indonesia. 270 juta lebih rakyat Indonesia. Kenapa selalu saya ulang-ulang ya memang harus hati-hati, jangan sembrono," ungkap Jokowi usai menghadiri acara Perayaan HUT ke-8 Partai Perindo, Senin (7/11).
Menurut Jokowi, rakyat paling mengetahui kriteria capres dan cawapres yang paling ideal terpilih pada Pilpres 2024 mendatang.
"Ya, semua rakyat tahu (soal kriteria), semua kita tahu. Kalau tanya saya kriteria bisa dua hari (baru) rampung," ujarnya.
"Karena gini, kondisi global juga menjadi salah satu pertimbangan. Jadi kita melakukan ini sangat tradisional, sangat sederhana. Jadi meminimalisir perkembangan covid yang semakin naik," tuturnya.
Menurutnya, acara HUT Partai NasDem nanti hanya sekedar melakukan potong tumpeng secara seremoni. Hal itu akan dilakukan serentak di seluruh Indonesia.
Berita Terkait
-
Elus-Elus Jokowi Soal 'Jatah Prabowo' Disebut Punya Dua Maksud Tersembunyi, Salah Satunya Buat Keuntungan Ganjar?
-
'Tanda Perang Dingin SBY dengan Surya Paloh' Kata Pengamat Soal Kandasnya Deklarasi NasDem-PKS-Demokrat
-
Mengenal KH Ahmad Sanusi, Pahlawan Nasional dari Tanah Pasundan yang Turut Perjuangkan Lahirnya Pancasila
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla di Laut Mediterania Picu Kemarahan PM Malaysia
-
Ojol Desak Prabowo Terbitkan Perpres, Tuntut Skema Bagi Hasil 90:10 di May Day
-
Mojtaba Khamenei Bersumpah Pertahankan Nuklir Iran
-
Mojtaba Khamenei Muncul, Deklarasikan Kemenangan Atas AS Serta Penguasaan Penuh Jalur Selat Hormuz
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal
-
Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!
-
Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia
-
Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo