- Asosiasi Garda Indonesia mendesak pemerintah menerbitkan Perpres terkait pembagian hasil 90:10 bagi pengemudi ojek online di Indonesia.
- Tuntutan tersebut disampaikan dalam aksi May Day di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada tanggal 1 Mei 2026.
- Kebijakan ini diharapkan memberikan kepastian hukum, keadilan ekonomi, serta memperkuat perlindungan sosial bagi jutaan pengemudi ojol nasional.
Suara.com - Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia (Garda) mendesak pemerintah segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur skema bagi hasil 90:10 bagi pengemudi ojek online.
Desakan tersebut disampaikan dalam menyambut peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).
Ketua Umum Garda, Raden Igun Wicaksono, menyebut May Day menjadi momen strategis bagi Presiden Prabowo Subianto untuk menunjukkan keberpihakan kepada pengemudi ojol.
Garda menilai, regulasi berupa Perpres Ojol dengan skema potongan aplikasi maksimal 10 persen merupakan kebutuhan mendesak bagi keberlangsungan ekonomi para pengemudi.
Kebijakan tersebut akan memberikan kepastian hukum, sekaligus menciptakan keadilan ekonomi dalam ekosistem transportasi berbasis aplikasi.
Perpres juga diyakini berperan penting dalam memperkuat perlindungan sosial bagi jutaan pengemudi ojol di Indonesia.
Sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah, Garda akan menurunkan sekitar 1.000 pengemudi ojol dalam aksi puncak May Day di Monas.
Aksi tersebut merupakan representasi perjuangan panjang pengemudi ojol, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun sejak 2019.
Tuntutan penurunan potongan aplikasi menjadi 10 persen bukanlah agenda baru, melainkan hasil dari proses advokasi yang konsisten.
Baca Juga: Jelang Hari Buruh, Jukir Liar dan PKL di Monas Jadi Target Penertiban
“Jangan sampai ada kelompok ojol atau kelompok lain yang hanya menunggu di garis akhir, lalu tiba-tiba hadir dan mengklaim perjuangan ini sebagai miliknya. Jejak perjuangan kami jelas, terukur, dan konsisten sejak awal,” tegas Raden Igun Wicaksono dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).
Lebih jauh, Garda berharap Presiden dapat memanfaatkan panggung May Day untuk mengumumkan atau memberikan kepastian terkait progres Perpres Ojol.
Dengan demikian, May Day 2026 bisa menjadi titik balik perjuangan ojol menuju keadilan ekonomi di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta BertindakTegas
-
Gran Turismo: Kisah Inspiratif Seorang Gamer Menuju Dunia Balap Profesional
-
Puluhan Warga Tulungagung Tumbang Keracunan MBG, Kasus Sengaja Ditutup-tutupi?
-
Wuling Aira ev Bertema Toy Story Curi Perhatian di GIIAS 2026
-
Bea Cukai Pamer Kawasan Berikat Serap 20 Ribu Tenaga Kerja, Setoran Pajak Tembus Rp 21,41 T
-
Bea Cukai Ungkap 80% Nilai Ekspor CPO Berasal dari Kawasan Berikat
-
Powerbank Penumpang Batik Air Terbakar Saat Terbang
-
5 Tanaman Hias Pembawa Rezeki di Depan Rumah Menurut Feng Shui, Penarik Energi Positif
-
Kasus Obesitas RI Bisa Ancam Beban Ekonomi Puluhan Triliun per Tahun
-
Perbanas: Nominal Tabungan Masyarakat Terus Menurun, Rata-rata Hanya Punya Rp1,7 Juta