Suara.com - Dua pemeran video syur Kebaya Merah kini tengah diamankan Polda Jatim dan menempuh proses pemeriksaan. Proses pemeriksaan tersebut juga meliputi asesmen psikologis alias kejiwaan oleh Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim.
Perhatian publik sontak tertuju pada metode yang dipilih oleh kepolisian untuk memeriksa kejiwaan kedua sejoli tersebut. Pasalnya, Polda Jatim menggunakan metode yang tak biasa yakni realitas virtual atau virtual reality (VR).
Pemeran perempuan berkebaya merah, inisial AH (24) kini tengah menempun asesmen kesehatan di di RS Bhayangkara, Surabaya, Kamis (10/11/2022).
Tampak AH mengenakan sebuah perangkat kacamata VR yang terpasang di wajahnya. Kacamata VR tersebut berjenis kamera Oculus yang memunculkan beberapa tampilan visual sembari dirinya santai bercerita dengan tim pemeriksa.
Metode tersebut memunculkan tanda tanya besar terkait alasan dipilihnya metode VR yang digunakan oleh tim kesehatan Polda Jatim.
Kepala RS Bhayangkara: Agar tak bersentuhan langsung dengan tersangka
Kepala RS Bhayangkara Surabaya, Kombes Pol Agung Hadi Wiajanarko memaparkan bahwa alasan utama penggunaan teknologi VR adalah demi tersangka tak perlu bersentuhan langsung dengan tim penyidik, terutama bagi pemeran perempuan.
AH tak perlu khawatir harus berhadapan langsung dengan tim penyidik sehingga ia dapat santai menceritakan isi pikirannya kepada tim kesehatan.
Agung berharap metode tersebut memberi keleluasaan bagi AH agar dapat bercerita santai tanpa gugup dengan tim kesehatan.
Baca Juga: Hotman Paris Buka Suara Soal Kasus Wanita Kebaya Merah, Netizen Bandingkan dengan Kasus Gisel
AH ternyata pernah berobat di RSJ
Salah satu alasan yang disinyalir menjadi pertimbangan digunakannya teknologi VR adalah fakta bahwa AH ternyata seorang pemegang kartu kuning.
Kartu kuning yang dimaksud adalah tanda seseorang pernah berobat di rumah sakit jiwa alias RSJ.
Adapun AH dikonfirmasi oleh pihak RSJ Menur Surabaya sebagai seseorang yang pernah berobat di instansi kesehatan jiwa tersebut.
"Benar, tadi cuma klarifikasi aja, apakah AH ini benar pernah berobat di RS Menur, itu saja,” kata Sekretaris Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), Basuni dikutip dari Jatimnow.com jaringan Suara.com.
Basuni tak menjelaskan secara gamblang apa yang dialami AH sehingga harus berobat di RSJ. Adapun RSJ Menur tak terbatas dalam melayani para orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) melainkan juga mereka dengan kondisi kejiwaan lain.
Berita Terkait
-
Kasus Video Wanita Kebaya Merah VS Gisel, Kenapa Berbeda? Ini Kata Hotman Paris
-
Hotman Paris Buka Suara Soal Kasus Wanita Kebaya Merah, Netizen Bandingkan dengan Kasus Gisel
-
Tagar #kebayamerah Trending Twitter Lagi, Tapi Isinya Banyak yang Open VCS
-
Terkuak Buat 92 Video Porno, Tersangka Kebaya Merah Satu di Antaranya Ternyata Pasien RSJ, Bisa Kurangi Hukuman?
-
Fakta Baru: Dua Sejoli Tersangka Video Kebaya Merah Ternyata Pasien RSJ
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?