News / Nasional
Jum'at, 11 November 2022 | 17:19 WIB
Ketua DPR RI, Dr. (H. C) Puan Maharani. (Dok: DPR)

Suara.com - Pengamat politik sekaligus akademisi Ade Armando menyebut PDI Perjuangan terlalu memaksakan diri jika ngotot mengusung Puan Maharani.

Hal ini dinyatakan oleh Ade dalam perbincangan di Zulfan Lindan Unpacking Indonesia.

Menurut Ade Armando, Puan memiliki elektabilitas yang rendah sehingga mengajukannya malah membuat PDIP bunuh diri.

"Menurut saya agak bunuh diri kalau PDIP memajukan Puan di nomor satu, paling enggak nomor dua lah," imbuhnya.

Ade Armando. (YouTube/COKRO TV)

Ade juga menyebutkan bahwa di berbagai survei, suara elektabilitas Puan tak pernah meningkat.

"Artinya kalau angka Puan terus menerus di bawah dan di bawahnya itu sangat di bawah loh bukan di tengah itu artinya bukan lagi subjektfitas tapi mendekati obkektifitas," kata Ade.

"Kalau ada hanya taruhlah lima persen orang di Indonesia yang menganggap Puan punya kemampuan memimpin, dan persyaratan menjadi pemimpin adalah kapasistas peromance, kinerja, dan seterusnya mereka enggak menganggap dimiliki Puan, maka saya rasa pdip terlalu ngotot untuk memajukan Puan," imbuhnya.

Ade menyebutkan jika masyarakat saja sudah tidak melihat kinerja dan sosok Puan, maka PDIP yang ngotot tetap mengusung putri Megawati itu terlalu memaksakan diri.

Puan Populer Tapi Elektabilitas Tak Moncer

Baca Juga: Puan Maharani Panen Kritik Usai Nyekar di Itaewon, Warganet Sarankan Ikut 40 Harian ke Kanjuruhan

Ketua DPR RI, Dr. (H.C.) Puan Maharani. (Dok: DPR)

Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad menyebutkan bahwa Puan Maharani memiliki popularitas tinggi di tengah masyarakat.

"Puan sebetulnya populer dalam pengertian dikenal, tapi yang bermasalah di Puan itu tingkat penerimaan publiknya," ujar Saidiman Ahmad.

"Dia sekarang sudah dikenal 70 persen, hampir sama dengan Ganjar. Yang kenal [Puan] 70 persen tapi yang suka dan kenal [hanya] 40 persen, jadi setengahnya resisten," tambahnya.

Jika dibandingkan dengan Ganjar, popularitas dan penerimaan publik Puan berbanding terbalik.

Ganjar sendiri dikenal 74 persen tapi tingkat penerimaannya tinggi yakni sampai 88 persen. Sama halnya dengan Ganjar, Anies popularitas pengenalan mencapai 86 persen dengan tingkat penerimaan publik 76 persen.

"Mereka [Ganjar dan Anies] sebagaian yang kenal itu suka, kan yang memilih suka dulu," imbuhnya lagi.

Load More