News / Nasional
Jum'at, 11 November 2022 | 18:35 WIB
Jokowi dan Prabowo di HUT Perindo (tangkapan layar)

Suara.com - Pernyataan Presiden Joko Widodo soal 'jatah Prabowo' disambut hangat oleh Partai Gerindra.

Pernyataan yang disebut-sebut sebagai kode dukungan itu dianggap Gerindra sebagai penyuntik semangat menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

"Partai Gerindra dengan dukungan ini akan lebih semangat lagi bekerja untuk meningkatkan elektabilitas Pak Prabowo," ungkap politikus Gerindra, Andre Rosiade di Indonesia Lawyers Club.

Menurutnya sudah menjadi hal yang wajar presiden mendukung seorang yang bisa meneruskan kebijakannya.

Andre Rosiade menyebutkan pemberian sinyal terang benderang soal dukungan Jokowi ke Prabowo terkait dengan kinerja baik di Kementerian Pertahanan.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi Menhan Prabowo Subianto meninjau pameran Indo Defence 2022 Expo & Forum di Jakarta International Expo pada Rabu (2/11/2022). [Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden]

"Hal ini wajar karena apa karena dalam perjalanan waktu Pak Prabowo jadi salah satu menteri yang menunjukan kinerja terbaik," ujar Andre.

Lebih lanjut dia menyebutkan faktor lainnya adalah Prabowo bisa menjadi pemersatu polarisasi yang kemungkinan bisa terbangun antara pendukung Ganjar Pranowo dan Anies Baswesan.

"Tadi disinggung polarisasi merugikan Indonesia, Pak Prabowo itu figur pemersatunya terbukti beliau bisa bersatu padu menjaga persatuan Indonesia dengan Pak Jokowi," kata Andre.

"Insya Allah 2024 kalau ada polarisasi Mas Anies dan Mas Ganjar, maka faktor pemersatu itu namanya Prabowo Subianto, jadi tidak salah Pak Jokowi mendukung Prabowo Subianto karena memang kinerja moncer, kemampuan luar biasa, wajar Pak Jokowi berharap kepemimpinannya diteruskan ke Pak Prabowo," imbuhnya.

Baca Juga: Surya Paloh: Kalau Jokowi Ucapkan Selamat Tinggal NasDem Saya Tak Butuh Anda, Aaaah itu Bukan Harapan Kita

Pidato Jokowi Sebut 'Jatah Prabowo'

Jokowi di HUT Perindo (tangkapan layar)

Dalam pidatonya di HUT Perindo  yang digelar di MNC Center, Jakarta, Senin (7/11/2022), Jokowi mulanya membahas soal pertanyaan Hary Tanoesoedibjo tentang kunci kemenangannya selama berkiprah di dunia politik.

"Tadi Pak Hary menyampaikan saya ini dua kali Wali Kota Solo menang, kemudian ditarik di Jakarta gubernur sekali memang, kemudian dua kali di Pemilu presiden juga menang, mohon maaf Pak Prabowo," ujar Jokowi dalam pidatonya yang disambut berdiri oleh Prabowo

Sudah diketahui bahwa dua kali Pilpres sebelumnya Prabowo selalu keok dari dari Jokowi. Kendati demikian Jokowi menyebutkan bahwa Pilpres mendatang giliran jatah untuk prabwo.

"Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo," tambah Jokowi yang disambut riuh

Load More