Pekerjaan Korban
Beberapa fakta mencuat, berdasarkan penuturan dari keluarga korban, istri Handoyo dulunya merupakan seorang pedagang kue.
Sementara itu, salah satu korban pernah bekerja sebagai pekerja kantoran, meskipun tidak diketahui secara pasti untuk pekerjaan mereka saat sesudah putus hubungan sejak lima tahun lalu dengan keluarga.
Komunikasi Terakhir dengan Ketua RT
Berdasarkan penuturan dari Ketua RT setempat, yaitu Ketua RT 015/RW 07 di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat, bernama Asiung, ia mengaku sempat melakukan komunikasi terakhir dengan salah satu korban yang ditemukan tewas bersama tiga anggota keluarga lainnya.
Komunikasi tersebut dilakukan lantaran ada surat dari PLN terkait dengan tunggakan bayar listrik pada 31 Agustus 2022.
Mereka pun melakukan komunikasi pada 5 September 2022 untuk mengingatkan agar segera membayar listrik agar tidak diputus oleh PLN sebesar Rp 300 ribu.
Namun, pada bulan Oktober 2022, pihak keluarga tersebut justru meminta para petugas PLN untuk memutus aliran listriknya.
Barang-barang Korban Sudah Rapi Dikemas
Baca Juga: Tetangga Ungkap soal Pertemuan Terakhir dengan Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres
Baru-baru ini, polisi menemukan fakta terkait dengan kondisi rumah korban. Barang-barang korban sudah dalam kondisi yang rapi dikemas layaknya orang yang hendak pindah.
Tidak hanya itu, polisi menyebut bahwa di dalam rumah tersebut tidak sama sekali ditemukan bahan makanan. Kulkas milik keluarga tersebut ditemukan dalam keadaan kosong.
Dikenal dengan Keluarga yang Tertutup
Diketahui, satpam wilayah setempat juga turut memberikan keterangannya. Satpam yang kerap melakukan patroli di wilayah tersebut menyebut bahwa satu keluarga yang tewas tersebut merupakan sosok yang cenderung tertutup.
Tidak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa rumah keluarga tersebut selalu tertutup dan jarang bergaul dengan warga setempat.
Mobil Diduga Menghilang
Berita Terkait
-
Dokter Spesialis Forensik Ungkap Teka-Teki Kapur Barus dan Bedak di Kasus 4 Jenazah Kalideres, Untuk Hilangkan Bau?
-
Satu Keluarga Meninggal di Kalideres, Pernyataan Wali Kota Jakarta Barat Dianggap Tidak Etis
-
Tim Labfor Polri Olah TKP Penemuan Jasad Sekeluarga Di Kalideres, Kain Putih Dan Sejumlah Dokumen Dibawa Polisi
-
Fakta Terbaru Kematian Satu Keluarga Di Kalideres, Kemungkinan Tidak Meninggal di Waktu yang Sama
-
Live Laporan Terkini Suasana Rumah Lokasi Sekeluarga Tewas Di Kalideres, Tim Labfor Polri Datangi TKP
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir
-
Alur Komunikasi Petugas PK Dinilai 'Lemot', Nyawa Melayang di Perlintasan Bekasi Timur
-
Intervensi Baleg DPR di Kasus Chromebook Nadiem Makarim? Formappi: Tidak Bisa!
-
Lapor Polisi Duluan, GRIB Jaya Tantang Putri Ahmad Bahar Adu Bukti
-
Terungkap! Dana MBG Rp12 Triliun Mengendap di Rekening Yayasan, Stranas PK: Rawan Korupsi
-
Usulan DPR Masa Jabatan Kapolri 3 Tahun Dinilai Mereduksi Hak Prerogatif Presiden
-
GRIB Jaya Balik Serang Pihak Ahmad Bahar: Tuding Lakukan Doxing hingga Istri Hercules Trauma
-
Polisi Tetapkan Tersangka Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Ini Sosoknya
-
PSI Semprot Israel Usai Tahan 9 WNI: Tindakan Pengecut, Langgar Konvensi Jenewa