"Masing-masing dari kami belum ada yang membahas mengenai soal nama. Dan itu kami belum masuk fase itu. Dan di KIB masih mengelaborasi visi dan misi KIB untuk lima tahun akan datang," ujarnya.
Analisa Pakar
Meski dua petinggi KIB menyatakan tak mempersoalkan adanya dukungan dari Forum Ka'bah Membangun dan Forum Ulama Membangun bagi Anies, namun oleh analis politik, yang juga Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago, hal itu jelas menambah kepercayaan diri bagi Anies karena muncul sokongan dari luar Koalisi Perubahan yang diisi NasDem, PKS dan Demokrat.
Menyitat laman Warta Ekonomi (media partner Suara.com), Arifki lantas membeberkan analisanya terkait dukungan Forum Ka'bah Membangun dan Forum Ulama Membangun kepada Anies.
"Pertama, FKM merupakan kader dan konstituen PPP yang kecewa dengan partai," ujar Arifki.
Menurutnya, Forum Ka'bah Membangun tidak tanggung-tanggung dan punya sikap politik lebih cepat dalam mengambil keputusan sebagai organisasi PPP.
"FKM itu lebih memilih berlawanan secara narasi dan keinginan politik dengan basis pemilihnya, yakni PPP," kata dia.
Kedua, PPP memiliki rasa khawatir jika basis pemilih lari ke partai lain secara organisasi. Salah satu contohnya FKM.
"Hal tersebut terbukti dengan PPP tidak menertibkan gerakan itu. Kekhawatiran PPP itu merupakan hal yang nyata," ucapnya.
Baca Juga: KIB Merespons Gejolak yang Terjadi di Internal PPP
Ketiga, kata dia, PPP masih tersandera dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang diisi dua Partai lain Golkar dan PAN.
"Sebab, sampai saat ini KIB belum berani juga mengumumkan tokoh yang akan didorong sebagai capres atau cawapres," imbuh Arifki.
Tag
Berita Terkait
-
Ada Apa Spanduk BLT Jokowi? Heboh Anies "Dihadang" di Jawa Barat, Prabowo Waspadalah
-
Hasil Survei: Aher Bukan Pasangan Tepat untuk Anies Baswedan, AHY Paling Cocok
-
KIB Merespons Gejolak yang Terjadi di Internal PPP
-
Piala Dunia 2022, Syamsurizal Apresiasi Aturan Syariah Islam Tuan Rumah Qatar
-
Meriah FKM Yogyakarta Deklarasi Dukung Capres NasDem, Rocky Gerung: Massa PPP 98 Persen Ke Anies
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar