Suara.com - Media sosial diramaikan dengan munculnya sebuah berdurasi 30 detik yang oleh beberapa akun diklaim sebagai salat berjamaah di dalam stadion jelang pertandingan Piala Dunia 2022 Qatar.
Video itu ramai beredar tidak hanya di media sosial TikTok dan Facebook, tetapi juga di beberapa WhatsApp group.
Dari penelusuran Suara.com pada Rabu (23/11/2022) pukul 10.30 WIB, salah satu akun Facebook bernama Pak Oto mengunggah video tersebut.
Dalam narasinya, akun tersebut menulis:
"Pertandingan sepak bola Piala Dunia di Qatar dilakukan setelah sholat ashar, lewat dhuhur sudah mulai penonton masuk stadion. Ketika adzan berkumandang panitia, penonton & pemain yg muslim sholat berjama'ah di lapangan. Subhanallah..."
Unggahan itu pun ramai diberi tanda suka oleh netizen lain, termasuk sejumlah komentar.
"Alhamdulillah msh sempat beribadah biarpun di lapangan bola," tulis salah satu akun di kolom komentar.
Sementara di salah WhatsApp group milik warga, juga mengunggah video tersebut dengan narasi: "Piala Dunia Hebat, tidak melewatkan salat berjamaah"
Lantas benarkah narasi dan klaim yang menyebut ada salat berjamaah di dalam stadion Piala Dunia 2022 Qatar?
Penjelasan
Tim Cek Fakta Suara.com mencoba menelusuri klaim yang menyebut sejumlah orang salat berjamaah di dalam stadion jelang pertandingan Piala Dunia Qatar 2022 tersebut.
Dalam video itu sendiri memperlihatkan sejumlah orang tampak berkumpul dan terlihat tengah melakukan salat berjamaah di tengah lapangan sebuah stadion.
Di sisi venue tempat duduk penonton terlihat tulisan "Kazan". Nah, dari penelusuran kata kunci "Kazan Stadium" di kolom pencarian Google Search muncul gambar ataupun video yang mirip dengan stadion sebagaimana diunggah dan dinarasikan sebagai tempat salat berjamaah jelang pertandingan Piala Dunia Qatar.
Ternyata, stadion di dalam video itu bukan berada di Qatar, melainkan di Kazan, Rusia.
Suara.com kemudian menelusuri sejumlah sumber artikel dan didapat, bahwa stadion Kazan Arena merupakan markas atau home base salah satu klub sepakbola di Rusia yakni Rubin Kazan.
Tag
Berita Terkait
-
Heboh Pendukung Arab Saudi Selebrasi "Siuuu Ronaldo" Setelah Hajar Argentina 2-1, Dibandingkan dengan Messi
-
Jungkook Satu-satunya Anggota BTS yang Diundang FIFA Tampil di Piala Dunia Qatar, Ternyata Ini Alasannya
-
Bikin Terenyuh, Beredar Video Polisi Ajak Tahanan di Penjara Nobar Piala Dunia dengan Cara Ini
-
Kekalahan Tim Raksasa yang Gemparkan Sejarah Piala Dunia, Argentina Ditaklukkan Arab Saudi
-
Raja Salman Umumkan Libur Nasional Usai Arab Saudi Menang Atas Argentina
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
Dipolisikan Kasus Penistaan Agama, JK Larang Umat Islam Demo Bela Dirinya: Jangan!
-
JK Pertimbangkan Lapor Balik Pelapor Kasus Dugaan Penistaan Agama: Mereka Memfitnah Saya!
-
JK Klarifikasi Pernyataan Soal Poso-Ambon: Saya Bicara Realita Sosiologis, Bukan Dogma Agama
-
10 Fakta Ilmuwan Nuklir AS yang Tewas Misterius: Raib saat Mendaki hingga Konspirasi UFO
-
Menggugat Algoritma, Prof Harris Arthur: Hukum Harus Lampaui Dogmatisme Klasik