Suara.com - Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menjelaskan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun atau balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK).
Ia menyebut, salah satu penyebab kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang itu adalah saat balita usia 0-6 bulan tidak mendapatkan asi eksklusif.
"Kenapa asi eksklusif? karena asi eksklusif yang diberikan selama 6 bulan itu akan membentengi anak ini berbagai penyakit sehingga dia tidak akan sering sakit-sakitan," tukasnya saat menyampaikan materi pelatihan Orientasi dan Pendampingan e-Human Development Worker (eHDW) bagi KPM Kabupaten Mojokerto tahun 2022, di hotel Grand Whiz, Trawas, Kamis (24/11/2022).
Bupati Ikfina melakukan beberapa langkah strategis dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayahnya, salah satunya dengan melibatkan ratusan Kader Pembangunan Manusia (KPM) di masing-masing Kecamatan untuk membantu program penanganan stunting melalui kegiatan konvergensi pencegahan stunting di desa.
Sebanyak 180 KPM yang terdiri 18 Kasi Pembangunan kecamatan dan 162 kader itu difungsikan untuk mendampingi pemerintah desa dan masyarakat desa dalam memberikan fasilitasi pencegahan konvergensi stunting. Kegiatan konvergensi stunting itu masuk prioritas penggunaan dana desa yang telah ditetapkan kementerian desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi
"Persoalan stunting ini bukan persoalan bangsa di masa sekarang saja, melainkan menyangkut masa depan kita karena stunting ini berjalan. Dan anak-anak itu adalah generasi penerus," jelas Ikfina.
Ia menuturkan, pencegahan stunting merupakan program nasional dengan rencana aksinya targetnya tahun 2024 dan Stunting jangka kedepannya adalah berhubungan dengan kecerdasan.
Bupati Ikfina menambahkan, terdapat dua intervensi pencegahan stunting yakni Intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif.
"Intervensi spesifik seperti berhubungan langsung dengan yang stunting, contohnya remaja, calon pengantin,ibu hamil, dan balita dan selanjutnya Intervensi sensitif seperti air minum layak, kesehatan layak, jamban bersih. Termasuk dengan pembangunan jamban sehat yang sudah kita upayakan itu juga upaya untuk mencegah stunting," pungkasnya.
Baca Juga: Olahan Jus Buah Boleh untuk Anak Usia Berapa? Ini Kata Dokter
Berita Terkait
-
Remaja Perempuan Ogah Konsumsi Tablet Tambah Darah Bikin Angka Stunting Tinggi
-
Wow! Percepatan Penanganan Stunting di Jawa Tengah, Digitalisasi Jadi Cara yang Efektif
-
Gita Savitri Serang Netizen yang Mencibir Soal Dukungan GLBT, Ustaz Kenamaan Sebut Kaum Stanting hingga Minta Unfollow Berjamaah: Sok Paling Pinter
-
Surabaya berhasil turunkan 11 ribu kasus stunting selama dua tahun
-
Tidak Terima Dikritik Netizen, Gita Savitri Langsung Sindir Hal Ini: Dulu Stunting Ya, Makanya Lamban
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan