Suara.com - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil jajak pendapat pemilihan presiden 2024. Salah satu hasilnya menunjukan pasangan capres-cawapres potensial untuk maju dalam kontestasi politik itu.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi memaparkan ada tiga nama dengan elektabilitas sebagai capres paling tinggi. Di antaranya adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, eks Gubernur DKI Anies Baswedan, dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Dalam hasil surveinya, Ganjar memperoleh elektabilitas tertinggi dari 19 nama tokoh dengan suara 27 persen. Lalu disusul Anies 23,7 persen dan Prabowo 16,3 persen.
Selanjutnya, Indikator Politik Indonesia juga mensurvei kandidat cawapres paling potensial dengan elektabilitas tertinggi. Terdapat lima nama dengan suara terbanyak, yakni Ridwan Kamil, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sandiaga Uno, Erick Thohir, dan Khofifah Indar Parawansa.
"Pada simulasi 18 nama semi terbuka calon wakil presiden, Ridwan Kamil paling banyak dipilih, 19,7 persen , kemudian AHY 16,3 persen, Sandiaga Uno 12,8 persen, Erick 9,6 persen, Khofifah 5,3 persen, nama-nama lain lebih rendah, sementara belum menjawab 15,5 persen," ujar Burhanuddin dalam konferensi pers virtual, Kamis (1/12/2022).
Dari tiga nama capres teratas, Burhanuddin juga menyebutkan siapa saja cawapres yang paling cocok jadi pendamping.
Hasilnya, Ganjar dianggap paling cocok dengan Erick Thohir, Anies dengan AHY, dan Prabowo dengan Ridwan Kamil. Ganjar-Erick mendapatkan suara 19,2 persen, Anies-AHY 28,6 persen, Prabowo-Kang Emil 17,8 persen.
"Basis Ganjar terutama lebih prefer kepada Erick Thohir dan Ridwan Kamil sebagai cawapres. Basis Anies terutama lebih prefer kepada AHY, Ridwan Kamil, atau Sandiaga Uno sebagai cawapres. Dan basis Prabowo preferensinya terhadap cawapres sangat mirip dengan basis Anies," tuturnya.
Menurut Burhanuddin, bila melihat dari tren waktu ke waktu, elektabilitas dan dukungan untuk Erick Thohir terus mengalami kenaikan.
Baca Juga: Gerindra Anggap Hasil Survei Tidak Bisa jadi Acuan, Apalagi Bakal Capresnya Masih Belum Jelas
“Melihat ketertarikan dari basis pendukung, cocok jika Erick Thohir kemudian diduetkan dengan Ganjar Pranowo," katanya.
Survei dilakukan dalam rentang 30 Oktober sampai 5 November secara tatap muka. Melibatkan 1.220 responden, keakuratan survei diklaim mencapai 95 persen.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir
-
NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk
-
Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto
-
Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati