Suara.com - Jika Anda sudah membuka Google pada hari ini, Anda akan menemui sosok yang mungkin Anda kenal. Wajahnya yang memiliki karakter Indonesia, mungkin saja membuat Anda bertanya-tanya, siapa dia? Untuk mengetahui seluk beluk sosok ini, mari simak profil Donald Pandiangan, sosok yang hari ini menghiasi bagian depan Google.
Lahir pada 12 Desember 1945, tepat hari ini adalah hari ulang tahun dari sosok ini. Memiliki nama lengkap Donald Djatunas Pandiangan, ia merupakan putra asli Sidikalang, Sumatera, Indonesia. Namanya mencuat berkat kontribusinya yang besar untuk cabang olahraga panahan di Indonesia.
Keahliannya dalam bidang panahan membuatnya memperoleh gelar Robin Hood Indonesia oleh penggemar olahraga panahan di tanah air. Jelas, gelar ini diberikan karena akurasi dan kemampuannya dalam memanah yang impresif.
Donald Pandiangan sendiri pernah mengikuti beberapa kejuaraan panahan dan berhasil menyabet gelar juara. Misalnya, pada Kejuaraan Panahan Negara Bagian New York di Green tahun 1978, kemudian Kejuaraan Panahan SIngapore Air Force Sport Association tahun 1978, dan Kejuaraan Panahan Asia Pertama di Calcutta, India, tahun 1980.
Di tahun 1980, ia berambisi untuk berangkat ke Olimpiade Moskow dan memburu medali emas. Namun, langkahnya tidak dapat dilanjutkan karena Indonesia, kala itu, menjadi salah satu negara yang memboikot pelaksanaan Olimpiade akibat dari invasi Rusia ke Afghanistan.
Kejuaraan terakhir yang diikutinya adalah Pekan Olahraga Nasional tahun 1987, sebelum kemudian memutuskan menggantung panah. Namun, aktivitasnya dilanjutkan dengan menjadi pelatih panahan, dan berhasil membawa pulang medali perak dari Olimpiade Seoul.
Inspirasi Dunia Panahan Indonesia
Jika Anda pernah menyaksikan film 3 Srikandi tahun 2016 lalu, film ini adalah cerita yang mengisahkan tentang hasil dari didikannya. 3 Srikandi Indonesia, Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman, dan Kusuma Wardhani, merupakan tiga atlet yang memperoleh perak di Olimpiade Seoul tahun 1988 lalu.
Baca Juga: Kisah Donald Pandiangan Asal Sumatera Utara Dapat Julukan Robin Hood Indonesia, Dirayakan Google
Raihan perak ini menjadi medali pertama untuk Indonesia selama partisipasinya di Olimpiade, sehingga menjadi sejarah tidak terlupakan untuk cabang olahraga ini.
Tutup Usia pada 2008
Pada tahun 2008, dunia panahan Indonesia harus kehilangan sosoknya yang menginspirasi. Tepatnya 20 Agustus 2008, Donald Djatunas Pandiangan, meninggal dunia di Rumah Sakit Cikini Jakarta karena serangan stroke.
Torehan prestasi serta kontribusinya tentu tidak akan dilupakan sepanjang masa oleh masyarakat Indonesia.
Itu tadi mengenai profil Donald Pandiangan secara singkat, semoga menjadi bacaan yang berguna dan informatif untuk Anda. Selamat melanjutkan aktivitas!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!
-
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG