Suara.com - Politisi PDIP Masinton Pasaribu menegaskan semua pihak harus kembali kepada semangat konstitusi dan tidak boleh melakukan penundaan pemilu atau memperpanjang masa jabatan presiden 3 periode tanpa alasan yang kuat.
Menurutnya, jika hal itu dipaksakan untuk dilakukan hanya akan mengulang sejarah seperti apa yang dialami Presiden Soeharto.
Pernyataan Masinton itu menyusul adanya pernyataan dari Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet yang memandang penyelenggaraan Pemilu pada 2024 perlu dihitung kembali. Sebab kata dia, agenda besar tersebut memiliki banyak potensi.
"Menurut saya, kita kembali pada semangat konstitusi. Harus ada kepastian dalam ketata negaraan kita. Tidak boleh dasar pertimbangan yang tidak kuat, untuk dijadikan dasar untuk mengubah ketata negaraan kita. Kalau umpanya pemilu kan per 5 tahun maka harus ada argumentasi kuat kalau mau ditunda," kata Masinton ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (12/12/2022).
Menurutnya, jika ada usulan penundaan pemilu atau memperpanjang masa jabatan presiden argumentasinya harus bisa diterima oleh publik.
"Apasih alasan logis biar diterima masyarakat? Apakah alasan recovry bisa dijadikan dasar? Harus dilempar ke publik dulu. Apakah bisa menerima?," tuturnya.
Ia mengatakan, jika alasan atau argumentasinya dipaksakan hanya akan mengulang sejarah buruk seperti apa yang dialami oleh Presiden Soeharto. Kala itu, kata Masinton, yang terjadi justru krisis ekonomi hingga krisis politik munculnya gerakan mahasiswa menduduki gedung DPR.
"Argumentasi harus dilempar, diuji ke publik. Kalau dipaksakan bisa seperti Suharto dulu, 97 pemilu, dan kemudian 97 juga pak Harto diangkat sidang MPR, kemudian sejak pak Harto dilantik di sidang MPR muncul krisis ekonomi, berpuncak pada krisis politik dan gerakan mahasiswa menduduki DPR dan 21 Mei pak Harto menyatakan berhenti," tuturnya.
Ia menegaskan, pihaknya tak mau sejarah kelam tersebut terulang pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat ini.
"Kita nggak ingin pengulangan sejarah terjadi pada pak Jokowi," ujarnya.
"Pak Jokowi jika argumentasi perpanjangan masa jabatan atau penundaan pemilunya tidak diterima masyarakat dan cenderung dipaksakan, itu bisa jadi nanti menjadi bolak-balik, bisa jadi Boomerang Terhadap Pak Jokowi sendiri. Apa yang sudah dikerjakan akan jadi hilang seketika," sambungnya.
Berita Terkait
-
Makan Gratis saat Kondangan, Emak-emak Review Hidangan Pernikahan Kaesang-Erina Berakhir Dirisak: Si Paling Rating dan Rakus!
-
Kaesang Pangarep Kecewa Tak Ada yang Ngasih Salam Tempel Pas Nikahan: Itu Cuma Mitos Doang
-
Bupati Meranti Ancam Gabung Malaysia, Masinton PDIP: Tidak Etis, Melanggar Sumpah Janji Jabatan
-
Pimpinan MPR: Bamsoet Tak Sedang Inisiasi Tunda Pemilu atau Perpanjangan Masa Jabatan Jokowi
-
Perempuan Cantik Kirim Surat Terbuka Buat Jokowi: Kasihan Pak Enggak Punya Suami
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!
-
iPhone XS Bekas Koruptor Laku Rp34 Juta, KPK Jamin Data Sudah Factory Reset
-
Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar
-
Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran
-
Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'
-
Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung
-
KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai
-
Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI
-
Tanggapi Posisi Politik PDIP, AHY Singgung Pengalaman Demokrat Pernah Jadi Oposisi
-
Bantah Tudingan Zalim, Polisi Ungkap Perlakuan ke Roy Suryo dan dr Tifa di Tahanan