Suara.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu kini tengah menjadi sorotan ketika aksinya menyanyi menjadi viral. Bakal calon presiden yang diusung Partai Nasional Demokrat itu disebut tidak hafal lirik lagu ‘Maju Tak Gentar’.
Aksinya menjadi viral karena video yang diunggah oleh akun Twitter @Anak_Ogi itu disebarkan ulang oleh beberapa akun lainnya. Pada video tersebut terlihat Anies berada di atas panggung.
Akun tersebut menuliskan “Rekam jejak Bacapres dari Nasdem tidak hapal lirik Lagu wajib nasional, lagu perjuangan maju tak gentar, padahal Anies mantan rektor dan mantan menteri pendidikan. Begini kalian mau jadikan Presiden? Beleng-beleng!!!”.
Seluruh pendukung Anies terlihat turut bernyanyi di bawahnya. Saat itu, Anies menyanyikan lagu ‘Maju Tak Gentar’ yang juga diikuti oleh para relawan.
Dalam video tersebut terlihat Anies bernyanyi sambil mengepalkan tangan. Namun sayangnya, ia disebut tidak hafal lirik lagu itu karena berulang kali menyebutkan lirik yang sama.
"Anies Baswedan bernyanyi bersama para relawan, pernah jadi rektor, pernah jadi menteri pendidikan, dan sekarang ingin jadi presiden, Hancur Indonesia," tulisan dalam video tersebut.
Momentum ini pun turut mengingatkan publik terkait momen Roy Suryo yang lupa lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Kejadian itu berlangsung pada 2013 ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menjadi Presiden dan momen disinyalir menjadi tamparan keras bagi SBY.
Saat itu, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut bernyanyi ‘Indonesia Raya’ ketika mencoba turut menenangkan keadaan saat terjadi kericuhan sepak bola pertandingan Persija vs Persib di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Tingkah Roy pun disorot kamera televisi yang siaran langsung.
Baca Juga: Pengamat Sebut Anies Baswedan Tak Akan Ungkit Jasanya untuk Partai Gerindra
Ketika itu, ia menyanyikan “Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku… Di sana lah.. tanah airku”. Ia terlihat terdiam sejenak dan melanjutkan lirik dengan salah. Seharusnya lirik yang dinyanyikan adalah “Aku berdiri, jadi pandu ibuku…”.
Roy pun menanggapi momen itu dengan mengatakan bahwa pada saat itu ia sedang mengambil sikap dan berbicara dengan panitia pelaksana. Roy juga menyampaikan bawha manusia tidak ada yang sempurna.
Roy juga mengelak bahwa kejadian itu bukan merupakan sebuah kesalahan dalam pengucapan lirik. Ia menekankan bahwa itu karena ada suara yang peling kencang dan ia mengikuti suara yang paling keras.
Ia mencoba mengajak nyanyi bersama-sama berbarengan. Ia menyayangkan yang diupload hanya bagian saat terlihat salah.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
Pengamat Sebut Anies Baswedan Tak Akan Ungkit Jasanya untuk Partai Gerindra
-
Siap Lawan Prabowo di Pilpres 2024, Anies Baswedan Tidak Akan Mengungkit Jasa Partai Gerindra
-
Benarkah Gerindra Gabung Koalisi NasDem, Jadikan Prabowo Cawapres Anies Baswedan?
-
Masih Gunakan Nomor Urut 5, Politisi NasDem Bawa-Bawa Rukun Islam
-
Kiky Saputri Ungkap Paling Stres saat Roasting Anies Baswedan, Ternyata Gegara Ini
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter
-
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
-
Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi