Suara.com - Kinerja Anies Baswedan masih terus dibandingkan dengan PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Terbaru, mantan Gubernur DKI Jakarta yang sudah menjabat selama 5 tahun itu bahkan secara menohok disebut tidak level jika dibandingkan dengan Heru Budi.
Kritikan pedas itu dilontarkan oleh Anggota DPRD Jakarta Fraksi PSI Anthony Winza Probowo. Menurutnya, kecepatan kerja Anies tidak selaras dengan kecepatan berbicaranya.
Alasan Anthony melemparkan kritikan ke Anies yang sudah tidak lagi menjadi Gubernur DKI Jakarta buntut kebijakan Heru Budi. Diketahui, Heru Budi baru-baru ini mengganti tagline Jakarta di era Anies Baswedan, yakni "Jakarta Kota Kolaborasi" menjadi "Sukses Jakarta Untuk Indonesia".
Menurut Anthony, perubahan tersebut sah saja dilakukan, serta tidak melanggar undang-undang. Ia pun menyebut jika Anies tidak pantas dibandingkan dengan Heru.
“Sebenarnya saya juga salah kalau membandingkan Pak Anies dengan yang sekarang itu (Heru Budi), karena nggak Apple to Apple ya,” kritik Anthony seperti dikutip dari Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Jumat (16/12/2022).
Bukan tanpa alasan Anthony mengatakan hal tersebut. Ia sendiri berkaca pada pengalamannya yang pernah bekerja sebagai anggota DPRD di era Anies Baswedan.
“Kenapa saya ngomong kayak gitu. Yang pertama kalau yang lalu ini penafsiran saya sebagai anggota DPRD bekerja sama-sama Pak Anies, saya punya hak untuk menilai kecepatan beliau,” tegasnya.
“Dalam mengeluarkan kata-kata (Anies) itu tidak berbanding lurus dengan kecepatan beliau dalam mengeksekusi tata kota, jauh sekali,” sambungnya.
Anthony pun mencontohkan kinerja Anies yang hanya kata-kata dan tidak selesai, yakni terkait Perpres LRT, di mana itu merupakan perintah dari Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Anies Baswedan Disebut Curi Start Kampanye Calon Presiden, PKS Sentil Bawaslu: Salah Kaprah
“Masih banyak contoh (kinerja Anies) yang tidak selesai. Saya bisa keluarkan contoh satu nih tentang Perpres tentang LRT, Perpres 55 tahun 2018. Ini target dari Pak Jokowi ada sekitar 13-an rute LRT, yang dikerjakan oleh Anies yang mana?” ujar Anthony.
“Yang di Kelapa Gading Velodrome aja cuman bolak-balik bolak-balik, Kelapa Gading. Nah itu kan cuman keren di kata-kata nggak ada eksekusi,” lanjutnya.
Tak cuma satu, Anthony pun memberikan contoh lain terkait kinerja Anies yang hanya berbicara, yakni terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Ini target kinerja beliau 5 tahunan gitu dalam jangka menengah. Bisa dilihat air bersih. Misalnya kalau saya ubah-ubah air bersih ini di RPJMD di masa akhir Jabatan beliau itu targetnya itu 79,6 persen warga DKI terkoneksi air bersih,” paparnya.
“Saya baru tanya sama dirut PDAM berapa sih sekarang realisasinya dari target 79 awalnya di 60 baru 66 berarti baru 6 persen kenaikannya dari zamannya Pak Anies sampai beliau selesai nah cuman 6 persen,” tambah Anthony.
“Berarti kecepatannya itu nggak secepat kata-katanya di RPJMD, kecepatannya hanya satu persen per tahun kalau begitu warga DKI butuh 34 tahun kalau dengan kecepatan seperti itu,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Anies Baswedan Disebut Curi Start Kampanye Calon Presiden, PKS Sentil Bawaslu: Salah Kaprah
-
Dicecar Gegara Tak Pernah Undang Anies Baswedan, Najwa Shihab: Diundang Kok
-
Rian Ernest Hengkang,Tidak Puas Dengan Langkah Politik PSI, Ingin Berlabuh Ke Partai Ini
-
Pasang Badan untuk Anies yang Disebut Start Kampanye, PKS ke Bawaslu: Salah Kaprah!
-
Sederet Momen Anies Baswedan Pakai Batik, Benarkah Pakai Baju Batik Pelanggaran?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin