Suara.com - Organisasi guru besar dan akademisi berbagai kampus, Forum 2045 menentang pernyataan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang ingin menunda pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Kontestasi politik lima tahunan ini diharapkan tetap berjalan sesuai rencana.
Ketua Forum 2045, Untoro Hariadi mengatakan Pemilu 2024 dapat menjadi titik awal guna membangun sebuah tatanan baru yang mengarahkan seluruh kekuatan bangsa untuk bekerja sama. Pasalnya, saat ini Indonesia sedang dilanda berbagai masalah yang perlu kolaborasi semua pihak.
”Bangsa kita saat ini dalam kondisi tidak saling bekerjasama. Sementara itu, persoalan kelangkaan pangan, kesenjangan ekonomi serta perubahan iklim telah mengurangi kapasitas bangsa dalam mengusahakan perbaikan perikehidupan rakyatnya,” ujar Untoro kepada wartawan, Minggu (18/12/2022).
Karena itu, kata Untoro, Indonesia memerlukan tatanan baru untuk membangun formasi bangsa yang dapat mendorong seluruh komponennya untuk saling bahu membahu dalam mewujudkan tujuan bernegara. Pemilu 2024 dapat menjadi momentum untuk mewujudkannya.
”Para guru besar yang tergabung dalam Forum 2045 mengusulkan, tata baru tersebut diberi nama sebagai orde kolaborasi,” ucapnya.
Apalagi saat ini perkembangan demokrasi sudah cukup mengkhawatirkan karena adanya perpecahan di tengah masyarakat. Dengan kolaborasi diharapkan dapat memberikan kestabilan pada persatuan bangsa.
”Tahap demokrasi kita saat ini ditandai oleh kerasnya kompetisi yang meretakkan ikatan persatuan. Orde kolaborasi dengan demikian juga melakukan restorasi atas demokrasi Indonesia sehingga sendi-sendi berbangsa dan bernegara yang kini terasa longgar dapat dieratkan kembali,” pungkasnya.
Pernyataan Bamsoet
Bamsoet sebelumnya memandang penyelenggaraan Pemilu pada 2024 perlu dihitung kembali. Sebab kata dia, agenda besar tersebut memiliki banyak potensi.
Baca Juga: Ingin Rebut Kembali Kejayaan PPP di Aceh, Mardiono Sowan ke Orang Ini
"Tentu kita juga mesti menghitung kembali karena kita tahu bahwa penyelenggaraan Pemilu selalu berpotensi memanaskan suhu politik nasional, baik menjelang, selama, hingga pasca penyelenggaraan Pemilu," kata Bamsoet secara daring dalam rilis survei Poltracking Indonesia, Kamis (8/12/2022).
Menurutnya, pelaksanaan Pemilu 2024 juga perlu dipertimbangan kembali dengan melihat kondisi Indonesia saat ini, yang dinilai Bamsoet masih dalam masa pemulihan pasca pandemi Covid-19.
Waketum Golkar ini kembali menyinggung ihwal penambahan hingga perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi. Hal itu ia singgung saat menanggapi hasil survei Poltracking Indonesia mengenai tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Dalam rilis survei nasional pada 21-27 November 2022, Poltracking Indonesia mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf adalah 73.2 persen.
Bamsoet mengatakan terpenting dia bukan menyoal puas atau tidak puasnya publik terhadap kinerja pemerintah.
Ia justru menanyakan apakah ada korelasi dari tingkat kepuasan itu terhadap keinginan publik agar Jokowi terus memimpin Indonesia.
Berita Terkait
-
Amien Rais Minta Sumbangan Dana ke Kader dan Simpatisan: Orang Kaya, Masa Bayar Pengacara Gak bisa?
-
Ingin Rebut Kembali Kejayaan PPP di Aceh, Mardiono Sowan ke Orang Ini
-
Bisa Dipidana! Peringatan Bawaslu: Hindari Politik Praktis di Tempat Ibadah
-
Tetap Nomor 3, Ganjar Pede PDIP Bakal Hattrick dan 'METAL' di Pemilu 2024: Kaosku Masih Bisa Dipakai, Merah
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Rekomendasi 7 Sepatu Gunung Terbaik dan Awet: Mulai 500 Ribuan Aja!
-
Tak Dibuang Tapi Dibantu, Igor Tolic Buka Suara Keputusan Lepas Ramon Tanque
-
25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
-
Cuma Butuh 5 hingga 7 Detik! Begini Cara Masak Daging Shabu-Shabu agar Tetap Empuk
-
Manfaatkan Situasi Toko Tutup, Kepala Minimarket di Cikande Coba Perkosa Kasir di Gudang
-
Dicalonkan PWNU Jatim, Cicit KH Hasyim Asy'ari Usung Dua Agenda Besar untuk PBNU
-
SEVENTEEN Akan Hiatus untuk Wajib Militer, Sisa 5 Member yang Tetap Aktif
-
Dana Mentok Rp 80 Juta? Ini Rekomendasi SUV 7-Seater Bekas Paling Nyaman untuk Keluarga
-
Dibalik Aksi Copet Massal, Ada "Arsip Zaman" Skena Musik Indonesia di Film Operasi Pesta Copet
-
Terobosan Muktamar NU: Bahas Usulan Zakat Jadi Diskon Langsung Pajak Terutang