Suara.com - Eks Wakaden B Paminal Arif Rahman Arifin ditegur majelis hakim lantaran berkali-kali mengatakan siap dalam persidangan obstruction of justice kasus Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Momen itu terjadi saat Arif duduk sebagai saksi mahkota dengan terdakwa Chuck Putranto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada (22/12/2022).
Berawal ketika hakim menanyakan reaksi Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan usai diberitahu isi rekaman CCTV yang menampilkan Yosua masih hidup.
Arif menuturkan jika Sambo tidak percaya dengan isi rekaman tersebut. Hakim lalu bertanya mengenai ucapan Sambo kepada Arif saat itu.
"Dia bilang, kamu percaya saya saja, tidak?" tanya hakim.
"Siap," singkat Arif.
Kemudian, hakim menanyakan maksud di balik ucapan Sambo tersebut. Arif menerangkan ucapan Sambo bertujuan agar seolah-olah membuatnya merasa bersalah terkait Yosua masih hidup terekam CCTV.
"Itu untuk meyakinkan apa itu kalau saudara mendapat jawaban seperti itu?," tanya hakim lagi.
Baca Juga: Usai 'Dibantai' 13 Saksi Ahli dari JPU, Kini Giliran Sambo Hadirkan Saksi Ahli, Ini Profilnya
"Untuk meyakinkan saya," kata Arif.
"Untuk menyakinkan bahwa dia lah yang benar. Saudara yang khilaf atau saudara yang salah, gitu ya?," tanya hakim menegaskan.
"Siap, yang mulia," jawab Arif.
Setelahnya, Arif mengatakan jika Sambo seperti khawatir setelah dirinya melaporkan isi rekaman tersebut. Sontak, dia pun merasa kebingungan.
Hakim lalu merasa heran, mengapa Arif kebingungan melihat respon Sambo yang tampak khawatir.
Berita Terkait
-
Usai 'Dibantai' 13 Saksi Ahli dari JPU, Kini Giliran Sambo Hadirkan Saksi Ahli, Ini Profilnya
-
Cecar Motif Arif Rahman Rusak Laptop Berisi Rekaman Yosua Masih Hidup, Hakim: Kalau Mau Dimusnahkan Bakar Aja
-
Arif Rahman Akui Belum Punya Naluri Penyidik saat Diperintah Kawal Autopsi Jenazah Yosua
-
CEK FAKTA: Ferdy Sambo Kepergok Bayar Orang di Persidangan, Richard Eliezer Resmi Divonis Bebas, Benarkah?
-
Tuduhan Eliezer ke Sambo soal Sarung Tangan Rontok Lewat CCTV, Arman Hanis: Saya Nggak Tahu Ada Kebohongan Apa Lagi
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
rabowo Ultimatum Aplikator Ojol: Potongan Harus di Bawah 10 Persen atau Angkat Kaki dari Indonesia
-
Prabowo Teken Perpres 27: Aplikator Cuma Boleh Potong 8 Persen, Ojol Berhak 92 Persen Pendapatan
-
Aung San Suu Kyi Pindah ke Tahanan Rumah Saat Krisis Politik Myanmar
-
May Day 2026 di DPR: Massa Diwarnai Ibu-Ibu Bawa Anak, Ikut Suarakan Nasib Lahan Tergusur
-
Jejak Sejarah Unhas, Kampus Pertama di Indonesia yang Kelola Dapur Makan Bergizi Gratis
-
Demo May Day di DPR: Lalu Lintas Palmerah Ramai Lancar, Belum Terlihat Pergerakan Massa Buruh
-
Soal Calon Pimpinan KPK: MK Putuskan Tak Perlu Mundur dari Jabatan
-
Masa Depan Kalian di Dasar Laut! Iran Ancam 'Tendang' Militer AS dari Timur Tengah
-
Harga Mati! Iran Siap Perang Demi Pertahankan Teknologi Nuklir dan Rudal Canggih
-
Buruh Kompak di Era Prabowo, Jumhur Puji Peran Krusial Sufmi Dasco Ahmad