Suara.com - Dua bank sampah binaan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Punagaya berhasil memasok 15 ton bahan bakar pengganti batubara atau co-firing untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Menggunakan limbah bonggol jangung, kuantitas bahan bakar pengganti ini diperoleh setiap 3 (tiga) bulan periode panen.
Keduanya adalah Bank sampah Sabrina dan Bori’ Matangkasa dari Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN, keduanya berhasil memasok limbah bonggol jagung sebagai campuran bahan bakar co-firing PLTU Punagaya dengan perbandingan campuran 1 : 99 sejak Agustus 2022.
Kepala Desa Galesong, H. Amir Guliling, memaparkan Kabupaten Takalar dan Jeneponto merupakan salah satu lumbung jagung di provinsi Sulawesi Selatan. Namun demikian, selama ini bonggol jagung hanya berakhir di tempat sampah.
Sehingga, kerja sama dengan PLN ini akan memberikan sumber pemasukan tambahan sekaligus mengurangi sampah.
"Kami tentunya menyambut antusias kerja sama pemanfaatan bonggol jagung melalui bank sampah ini. Kerjasama yang digagas PLN ini terbukti mampu memberikan manfaat ekonomis bagi warga sekitar, khususnya pengolahan sampah domestik menjadi bahan yang bernilai ekonomis," ungkapnya.
General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan & Penyaluran Sulawesi Jarot Setyawan mengatakan, kerja sama antara PLN dengan masyarakat sekitar PLTU Punagaya adalah simbiosis mutualisme yang menguntungkan kedua belah pihak. Karena, kini bonggol jagung yang dulunya sekadar limbah menjadi bernilai ekonomis.
"Kami menjalankan skema rantai pasok yang saling menguntungkan bagi warga sekitar. Mulai dari memberikan bantuan bibit jagung untuk program ladang energi, yang selanjutnya sampah bonggol jagung akan dikumpulkan ke bank sampah dengan gerobak motor bantuan TJSL PLN, dan akhirnya dicacah dan dikirim ke PLTU Punagaya," kata Jarot.
Ia menambahkan, saat ini kemampuan pasok bonggol jagung dari bank sampah adalah 15 ton per tiga bulan masa panen. PLN akan terus memperbanyak skema kerja sama bank sampah dan Ladang Energi di sekitar PLTU Punagaya sehingga mampu menciptakan ekosistem listrik kerakyatan dan diharapkan mampu memenuhi pasokan bonggol jagung sebesar 25 ton per hari.
“Tahun 2023 nanti kami akan memperluas skema kerja sama bank sampah ini. Targetnya akan ada tambahan sekitar 10-15 bank sampah yang langsung terintegrasi dengan aplikasi mall sampah. Program ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada satu pemasok dan menyediakan sumber-sumber bonggol jagung dari pemasok lain dengan harga yang kompetitif," ujarnya.
Baca Juga: Ngedumel Urusan Sampah Nggak Beres-beres, Jokowi: Sejak Saya Walkot Sampai Sekarang Belum Beres
Upaya ini terus dilakukan perseroan dalam rangka menerapkan Environtment, Social and Governance (ESG) pada tiap lini proses bisnis.
Berita Terkait
-
Publik Berdisko, KUHP Bungkam Sikap Kritis Masyarakat: Citarasa Kolonial Bungkam Pejuang
-
Cara Holding Industri Pertambangan, MIND ID Penuhi Target Net Zero Emission
-
Lewat Kolaborasi, Transisi Energi Bisa Berjalan Mulus
-
Hingga Akhir 2022, 570 POM Listrik PLN Siap Melayani Masyarakat di Seluruh Indonesia
-
Kini, Kelestarian Lingkungan Jadi Pilihan Orang Beli Produk
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko