Suara.com - Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Jakarta Cikampek (Japek) arah Jakarta pada hari ini, Selasa (27/12/2022). Arus lalu lintas menjadi tersendat akibat kecelakaan tersebut.
Kecelakaan tersebut melibatkan mobil Kementerian Perindustrian RI dan sepeda motor Satuan Patroli dan Pengawalan (Patwal) Ditlantas Polda Metro Jaya. Simak fakta-fakta mobil kementerian dan patwal kecelakaan di tol Cikampek berikut ini.
Kabar kecelakaan beruntun di Tol Cikampek pada hari ini, Selasa (27/12/2022) diungkap oleh petugas call center Jasa Marga yang bernama Tia. Diungkap Tia, kini sedang dilakukan penanganan kecelakaan.
"Benar ada kecelakaan di KM 12 poin 600 ke arah Jakarta ini sedang ada penanganan kecelakaan. Kecelakaan beruntun," ungkap petugas call center Jasa Marga, Tia pada Selasa (27/12/2022) pukul 13.25 WIB.
Lalu Lintas Jadi Macet
Disebutkan bahwa kecelakaan itu terjadi pada pukul 12.40 WIB dengan 2 kendaraan yang terlibat. Akibat kecelakaan ini, arus lalu lintas jadi macet. Kecelakaan terjadi di KM 12 poin 600 ke arah Jakarta.
"Kemacetan dari sekitaran Bekasi Timur kurang lebih di kilometer 17 (sampai KM 12)," lanjut Tia.
Walau begitu, Tia belum mendapat informasi terkait jenis kendaraan yang terlibat. Namun di media sosial, sejumlah warganet melaporkan kemacetan panjang yang bersumber di KM 12.
Baca Juga: Gagal Ngerem, Truk Molen Ringsek di Muara Rapak Balikpapan
Diupdate Jadi 3 Kendaraan Terlibat
Kecelakaan di Tol Cikampek itu disebut melibatkan mobil Kementerian Perindustrian RI dan sepeda motor Satuan Patroli dan Pengawalan (Patwal) Ditlantas Polda Metro Jaya. Hal ini diungkap oleh pihak Kasat Lantas.
"(Kecelakaan beruntun) 3 kendaraan, yakni 1 motor patwal, 1 mobil Suzuki pikap, 1 mobil kementerian dengan merk Majesty," kata Kasat Lantas Polres Bekasi Kota AKBP Agung Pitoyo pada Selasa (27/12/2022).
"(Mobil kementerian) Perindustrian," tambah Agung memastikan mobil kementerian yang terlibat kecelakaan beruntun.
Korban Kecelakaan
Kemudian Agung memastikan bahwa di dalam mobil dinas Kementrian itu tidak ada pejabat. Agung juga mengungkap sopir mobil itu tidak mengalami luka.
Berita Terkait
-
Gagal Ngerem, Truk Molen Ringsek di Muara Rapak Balikpapan
-
Jokowi Resmikan Bendungan Sadawarna di Subang Seharga Rp2 Triliun
-
Sosialisasi Aplikasi Layanan Pertanahan Disambut Antusias oleh Warga
-
Kementerian ATR/BPN Sosialisasikan Aplikasi Sentuh Tanahku-Loketku di Sarinah
-
Profil Silmy Karim, Bos Spesialis BUMN 'Sakit' Ditunjuk Jokowi Jadi Dirjen Imigrasi
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?
-
Turun ke Posko dan SMAN 3 Semarang, Ahmad Luthfi Pastikan SPMB Jateng Berjalan Lancar
-
Siapa ANH? Pria yang Ditetapkan Sebagai Tersangka karena Bawa Bom Molotov saat Demo 12 Juni
-
Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik
-
BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks
-
Saran Connie Bakrie ke Prabowo: Suruh Teddy Libur Dulu, Saatnya Dengar Orang-orang Berpengalaman
-
Peringatan Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II
-
DPR Khawatir Stok Pertalite Jebol Akibat Migrasi Pengguna Pertamax
-
Connie Bakrie Sebut IKN Sekarang Kalah Tenar Sama Program MBG Rp1 Triliun Per Hari
-
Tunjangan Guru Naik, Komisi X DPR Beri Jempol Tapi Kasih Catatan Penting Ini