Suara.com - Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menerima kritikan usai video dirinya tengah asik berjoget hingga merangkul penyanyi dangdut viral di media sosial. Ia yang mengenakan baju lengan panjang berwarna hitam terlihat berjoget dan bernyanyi dengan biduan Ucie Sucita.
Kejadian itu diketahui berlangsung saat perayaan tahun baru 2023. Warganet juga menyoroti tangan Dedy berani merangkul pundak dan turun ke bawah dekat area sensitif sang pedangdut. Tak hanya Ucie, ia juga tampak memegang lengan biduan lainnya, yakni Ghea Youbi.
Aksinya yang dinilai tidak mencerminkan sebagai seorang pemimpin daerah ini membuat profil Dedy Yon Supriyono kerap dicari. Berikut informasinya sekaligus perjalanan karier politiknya hingga terpilih sebagai Wali Kota Tegal.
Profil Dedy Yon Supriyono
Dedy Yon Supriyono adalah anak pasangan Muhadi Setiabudi dan Atik Sri Subekti yang lahir di Brebes, Jawa Tengah, pada 14 Agustus 1980. Ia mengenyam pendidikan sekolah dasar hingga SMA di tempat kelahirannya.
Dedy kemudian lulus dari Universitas 17 Agustus Semarang dengan gelar sarjana ekonomi. Sementara pendidikan S2-nya, ia mengambil jurusan Manajemen di Universitas Sultan Agung Semarang.
Di masa muda, Dedy aktif di berbagai organisasi. Adapun dirinya sempat tergabung dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Gerakan Pemuda Ansor, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).
Ia menikahi Roro Kusnabila Erfa yang usianya sembilan tahun lebih muda. Keduanya dikaruniai seorang anak bernama Remo Wijaya Kusuma. Di sisi lain, Dedy Yon Supriyono dulunya sempat menggeluti dunia bisnis.
Sebelum berkarier sebagai politikus, ia menjalani berbagai peran penting dalam bisnisnya. Yakni, komisaris PT. Dedy Jaya Lambang Perkasa dan Direktur PO Dedy Jaya. Ia juga sempat mengemban jabatan Ketua Yayasan Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS).
Baca Juga: Dirangkul Wali Kota Tegal Dari Bahu hingga Turun ke Bawah, Ucie Sucita Minta Ampun
Karier Politik Dedy Yon Supriyono
Karier politik Dedy berawal dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Brebes. Lalu, ia sempat terpilih menjadi pimpinan DPRD Brebes periode 2009-2014.
Setelahnya, ia melebarkan sayap hingga menerima bangku di DPRD Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2018, Dedy yang diusung Partai Demokrat mengajukan diri sebagai Wali Kota Tegal. Ia berpasangan dengan Muhammad Jumadi.
Pasangan ini berhasil memenangkan Pilkada 2018. Keduanya resmi menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal sejak 23 Maret 2019 lalu. Adapun masa pemerintahan mereka akan berakhir pada 2024 mendatang.
Klarifikasi Wali Kota Tegal
Setelah videonya yang bergoyang bersama biduan viral, Dedy Yon Supriyono buka suara. Ia mengaku tidak memiliki maksud apapun ketika merangkul atau melingkarkan tangan di pinggang para penyanyi tersebut.
Berita Terkait
-
Dirangkul Wali Kota Tegal Dari Bahu hingga Turun ke Bawah, Ucie Sucita Minta Ampun
-
Tangan Walikota Tegal Genit ke Ghea Youbi dan Ucie Sucita, Netizen: Pimpinan itu Cerminan Masyarakatnya
-
Video Wali Kota Tegal Belai Ucie Sucita Jadi Sorotan, Sang Biduan Minta Maaf: Ampun Mbak...
-
Detik-Detik Ghea Youbi Tepis Tangan Walkot Tegal yang Melingkari Pinggangnya: Tangannya Bergerilya
-
Video Goyang dengan Wali Kota Tegal Viral, Ucie Sucita: Aku Profesional
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut
-
Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan
-
Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban
-
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar
-
Detik-Detik Sopir Taksi Green SM Selamat dari Maut Sebelum KRL Ditabrak Argo Bromo