Suara.com - Pengacara terdakwa Putri Candrawathi yakni Febri Diansyah masih ngotot bahwa kliennya mengalami pelecehan seksual oleh korban Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Dalam persidangan, Febri Diansyah menampilkan foto-foto kebersamaan Brigadir J dengan keluarga Ferdy Sambo. Menurut Febri, kedekatan antara Brigadir J dan Ferdy Sambo menuju ke ranah informal sehingga disalah artikan sampai mengarah pada kekerasan seksual.
Namun kemudian Febri tidak memberikan bukti pelecehan seperti visum atau jejak pelecehan, dia malah menampilkan foto Brigadir J saat berada di klub malam.
Hal ini yang kemudian langsung disikat oleh pengacara keluarga mendiang Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak.
"Nah kalau kita kaitkan dengan pemerkosaan kata si Febri ini, saya ini sudah rontok, kenapa? tidak ada visum. kedua rumah Magelang kan mereka kuasai yang namanya pemerkosaan pasti ada jejak DNA, bisa enggak mereka buktikan ada enggak dari 35 bukti yang mereka tunjukan?" ujar Martin Lukas saat berdialog di stasiun televisi swasta.
"Enggak ada, yang mereka buktikan apa? foto pergi ke klub malam yang enggak ada kaitannya. Apakah kalau orang pergi ke klub malam bisa dibunuh? kalau orang ke klub malam pasti pemerkosa? kalau begitu Daden harus dibuhuh juga dong," imbuhnya.
Lebih lanjut jika logika pemerkosa berkaitan dengan pergi klub malam, maka menurut Martin Lukas advokat juga bisa di bunuh.
"Kalau memang benar seperti itu saya yakin hampir 90 persen advokat di Indonesia pergi ke klub malam juga. Makanya saya tanya ke rekan Febri, pernah enggak ke klub malam," tambahnya lagi.
Menaggapi pertanyaan Martin Lukas, Febri mengalihkan pada pembahasan lain. Dia lebih lanjut malah membahas Ferdy Sambo sebenarnya hanya menyebutkan hajar bukan tembak saat memerintahkan Richar Eliezer alias Bharada E.
Baca Juga: Memasuki Tahap Akhir Persidangan, Masa Penahanan Ferdy Sambo Dkk Diperpanjang 30 Hari
Berita Terkait
-
Hakim Wahyu Diteror Jelang Vonis Ferdy Sambo! Ada Apa?
-
Cek Fakta: Benarkah Bharada E Datangkan Tersangka Kopi Sianida Jessica ke Sidang Kasus Brigadir J?
-
Ibu Yosua Ungkap Firasat Jelang Hari Eksekusi, Bongkar Janji Terakhir Anaknya Sebelum Dibantai Sambo
-
Heboh Video Diduga Hakim Kasus Pembunuhan Brigadir J Curhat Bocorkan Vonis Ferdy Sambo
-
Memasuki Tahap Akhir Persidangan, Masa Penahanan Ferdy Sambo Dkk Diperpanjang 30 Hari
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi
-
RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal
-
Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas
-
Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel
-
Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan
-
Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak
-
Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya
-
Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual