Suara.com - Isu Presiden Joko Widodo akan segera melakukan reshuffle atau perombakan kabinet makin santer berembus. Ketua DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat bahkan secara gamblang membeberkan dua nama menteri dari Partai NasDem yang layak dievaluasi.
Menyusul hal tersebut, muncul desas-desus jika perombakan dua menteri dari NasDem ini merupakan akibat dari partai besutan Surya Paloh yang memutuskan mencalonkan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden 2024.
Hal tersebut pun menjadi perbincangan panas politisi PDI Perjuangan Deddy Sitorus saat berada di acara ILC yang dipandu Karni Ilyas.
Pada momen ini, Karni Ilyas melontarkan pertanyaan, mengapa PDI Perjuangan dengan berani gamblang menyebut siapa menteri yang bakal dirombak. Sedangkan, Jokowi bahkan tidak menyebut sama sekali terkait siapa menteri yang bakal di-reshuffle.
"Kenapa presiden tidak menyebut yang mau di-reshuffle itu siapa dari partai apa, tapi dari PDIP langsung saja yang harus mundur itu 2 orang dari NasDem dua-duanya, dosa apa NasDem?" tanya Karni Ilyas seperti dikutip melalui tayangan Indonesia Lawyers Club pada Minggu (8/1/2023).
Deddy Sitorus pun lantas menerangkan jika pernyataan dari rekan separtainya mengenai 2 menteri NasDem bakal jadi sasaran evaluasi justru merupakan sebuah undangan untuk berdiskusi.
"Mungkin bisa dipandang sebagai dosa apa kalau menurut Bang Karni. Kalau saya justru itu undangan untuk berdiskusi. Ya bisa saja justru untuk kemudian kita bisa duduk bareng diskusi," kata Deddy.
Anak buah Megawati Soekarnoputri ini mengungkapkan jika sudah sejak lama PDI Perjuangan tidak duduk bareng dan berdiskusi dengan partai koalisinya, NasDem.
"Karena praktis sejak itu tidak ada diskusi yang intens lagi antara PDI Perjuangan dengan NasDem sebagai partai koalisi. Hanya terakhir ketika Ibu Puan Maharani datang bersilaturahmi ke kantor NasDem pada saat itu," terang Deddy.
Baca Juga: Dorong Milenial Lihat Rekam Jejak Anies Baswedan, Relawan: Selama Pimpin Jakarta Ia Berhasil....
Ia pun menjelaskan bahwa pernyataan PDI Perjuangan tidak bisa hanya dilihat sebagai hal negatif, tapi juga ada sisi positifnya, yakni sebagai undangan untuk berdiskusi bersama.
Pada kesempatan ini, Karni Ilyas lantas blak-blakan bertanya, apakah mencalonkan mantan Gubernur DKI Jakarta merupakan dosa besar yang dilakukan oleh NasDem.
"Apakah dengan NasDem mencalonkan Anies itu, itu adalah dosanya NAsDem?" tanya Karni.
Deddy Sitorus pun menyebut jika hal tersebut merupakan pemikiran dari Karni Ilyas dan bukan dirinya. Ia tegas menerangkan jika soal reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif yang dimiliki presiden.
"Itu kesimpulan Bang Karni, saya tidak menyebut, dari tadi saya mengatakan bahwa reshuffle pertama adalah hak prerogatif presiden, kedua itu haruslah berdasarkan alasan-alasan yang konkret," ujar Deddy.
Ia juga mengungkapkan kemungkinan-kemungkinan lain soal reshuflle yang akan dilakukan oleh Jokowi.
Berita Terkait
-
Dorong Milenial Lihat Rekam Jejak Anies Baswedan, Relawan: Selama Pimpin Jakarta Ia Berhasil....
-
CEK FAKTA: Beredar Video Pelaku Penganiayaan Relawan Anies Ternyata Loyalis Ganjar, Benarkah?
-
PAN Cerita Kadernya Dulu Mundur dari Menteri karena Beda Haluan dengan Jokowi, Sindir Nasdem?
-
Jelang HUT PDI Perjuangan 2023, Megawati Soekarnoputri Keluarkan Ultimatum
-
Capres Ganjar Pranowo Atau Puan Maharani di Sumbar? Ini Kata Pengamat Politik Asrinaldi
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!
-
Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman: Investasi Masa Depan untuk Putus Rantai Kemiskinan