Suara.com - Pakar Hukum Pidana Asep Iwan Iriawan berharap Ferdy Sambo mendapatkan hukuman maksimal di putusan persidangan kasus pembunuhan Brigadir J.
Asep menyebut seharusnya Sambo mendapatkan tuntutan maksimal, tetapi mungkin tampaknya jaksa tak akan menuntut maksimal.
Sebab jika jaksa memberikan tuntutan harus ada alasan serta pertimbangan filosofis, yuridis, sosiologis atau bahasa hukumnya adalah etos, logos, patos.
Soal keadilan, Asep menyinggung mengenai korban Sambo yang cukup banyak dan tak hanya satu orang saja.Oleh karena itu, Asep berharap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mendapatkan hukuman maksimal.
"Ada pernyataan bahwa siapapun melakukan perbuatannya adil kalau dihukum berat karena ada korban. Korban tidak hanya meninggal, ada yang dipecat, di PTDH dan diprotes secara etis. Artinya besok saya berharap maksimal untuk FS dan PC," ungkap Asep dikutip Suara.com dari tayangan Metro TV, Senin (09/01/2023).
Sementara hukuman untuk Kuat Maruf dan Ricky Rizal dinilai akan turun sedikit karena derajatnya.
Di sisi lain, Asep menyampaikan bahwa Bharada E harus dibebaskan dari hukuman karena hanya mematuhi perintah atasan.
"Tapi untuk E ya harus dibebaskan ya karena jelas perintah jabatan, alasan penghapusnya itu ada itulah yang dibenarkan merupakan alasan pemaaf atau alasan pembenar secara hukum, karena dia melaksanakan perintah jabatan," ungkap Asep.
"Karena tidak pernah ada dalam sejarah republik ini, ya ada keberanian jaksa menuntut bebas terhadap perintah jabatan," tambahnya.
Meski Asep menduga Sambo dan Putri tak akan dihukup maksimal, dia berharap mantan Kadiv Propam itu dijatuhi hukuman mati.
Pasalnya, kasus Ferdy Sambo ini memiliki dampak yang begitu besar dengan korban yang juga cukup banyak.
Ferdy Sambo juga dinilai sudah mencoreng institusi Kepolisian RI akibat kasus yang persidangannya masih bergulir di pengadilan.
"Saya berharap ya untuk FS ini dijatuhi hukuman mati gitu, karena memang dampaknya sangat besar sekali, korbannya sangat banyak dan merusak citra institusi ya intitusional, personal bahkan persaudaraan dengan segala kebohongannya dia lakukan terus, ngeyel gitu kan," ungkapnya.
Asep juga menyampaikan Ferdy Sambo masih berbohong dan tidak jujur, padahal seorang dirinya adalah soerang perwira jenderal bintang 2.
Lebih lanjut, Asep mengatakan dia bersyukur dari pengalaman perkara kasus Sambo tersebut. Sebab ada orang kecil yang berani membuka aib yang lebih besar, tetapi orang yang lebih besar tidak pernah membuka aib kecil.
Berita Terkait
-
'Nyesel Gak?' Kelakar Hakim Usai Kuat Ma'ruf Curhat Belum Sempat Incip Uang dan HP Hadiah Ferdy Sambo
-
Skenario Sambo Makin Rontok! Bukan Hajar, Ricky Rizal Akui Diperintah Tembak Yosua
-
Janji Dikasih Duit Rp500 Juta Cuma Guyonan Ferdy Sambo, Kuat Maruf: Lagi Pusing Gini, Bapak Malah Bercanda
-
Bakar Mantan Istri dan Kekasihnya Karena Cemburu, Muhammad Ridwan Terancam Hukuman Mati
-
Konsisten 'Bela' Ferdy Sambo, Ricky Rizal Akui Tak Merasa Bersalah Yosua Dibunuh di Duren Tiga
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
Mulai Puasa Rabu Besok, Masjid Jogokariyan dan Gedhe Kauman Jogja Gelar Tarawih Perdana
-
Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Ini Penjelasan Kemenag
-
Kemenag Tetapkan 1 Ramadan Pada Kamis 19 Februari, Mengapa Beda dengan Muhammadiyah?
-
Bertemu Wakil Palestina di PBB, Menlu Sugiono Tegaskan Dukungan Indonesia
-
Getok Tarif Parkir Rp100 Ribu, Polisi Ciduk 8 Jukir Liar di Tanah Abang
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Komdigi Siapkan Aturan Penggunaan AI, Lokataru Endus Motif Kepentingan Bisnis dan Politik
-
Sambangi Kelenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin, Rano Karno Gaungkan Pesan Keadilan di Tahun Baru Imlek
-
Lokataru Minta Masalah Kebocoran Data Nasional Dievaluasi Sebelum Bahas RUU KKS
-
Intimidasi Makin Meluas, Ibu Ketua BEM UGM dan 30 Pengurus Jadi Sasaran Teror Digital