Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD turut menyoroti persidangan Ferdy Sambo cs soal kasus pembunuhan Brigadir J.
Menurut Mahfud, proses persidangan terdakwa Ferdy Sambo dan terdakwa lainnya tidak ada kejanggalan.
Namun, Mahfud menyampaikan bahwa hal yang janggal tersebut ada pada pengakuan terdakwa yang selalu bertahan dengan narasi pelecehan dan kekerasan seksual di Magelang.
Mahfud pribadi menilai dugaan kekerasan seksual terhadap Putri Candrawathi di Magelang tidak masuk akal.
Dia pun menyoroti sikap Putri Candrawathi yang kala itu masih bisa dekat dengan Brigadir J usai disebut melecehkan.
"Bagaimana orang dilecehkan gitu masih sempet jalan bersama dan macam-macam lah ya. Itu tidak masuk akal, skenarionya juga jawaban-jawabannya juga tidak terkonfirmasi," kata Mahfud dikutip Suara.com dari tayangan Uya Kuya TV, Selasa (17/01/2023).
Mahfud juga secara tegas menyatakan bahwa Putri Candrawathi tidak mengalami kekerasan seksual saat di Magelang.
"Enggak percaya sama sekali. Sama sekali nggak percaya sampai sekarang, tapi saya minta maaf tidak ingin mempengaruhi jalannya sidang. Iya ini pendapat pribadi, tapi sama sekali tidak masuk akal," jelasnya.
Terbaru ini, Putri Candrawathi disebut tidak mendapatkan pelecehan seksual, namun justru melakukan perselingkuhan.
Baca Juga: Jaksa Sebut Ferdy Sambo dalam Kondisi Tenang Saat Cerita Skenario Pembunuhan Brigadir Yosua
Hal itu disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyimpulkan bahwa Putri Candrawathi tidak mengalami pelecehan seksual, namun justru berselingkuh dengan mendiang Brigadir J saat berada di Magelang pada 7 Juli 2022.
Kesimpulan jaksa itu berdasarkan sejumlah keterangan dan pemeriksaan ahli mengenai kondisi serta pengakuan Putri yang janggal berkaitan dengan kekerasan seksual.
"Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi pelecehan pada tanggal 7 Juli 2022 di Magelang, melainkan perselingkuhan antara saksi Putri Candrawathi dan korban Nofriansyah Yosua Hutabarat," jelas jaksa.
Berita Terkait
-
Jaksa Sebut Ferdy Sambo dalam Kondisi Tenang Saat Cerita Skenario Pembunuhan Brigadir Yosua
-
Jaksa Simpulkan Putri Selingkuh dengan Brigadir J, Reza Indragiri: Ada Kekerasan Seksual, Beda Korban
-
Tuntutan Ferdy Sambo Terdakwa Pembunuhan Brigadir J Hari ini Dibacakan Jaksa, ini Pasal yang Menjerat dan Hukumannya!
-
Kubu Arif Rachman Batal Hadirkan Saksi Ahli, Hakim Murka: Waktu Mepet! Sidang Sebelah Sudah Tuntutan
-
Nasibnya Ditentukan Hari Ini, Kubu Brigadir J Berharap Sambo Dituntut Hukuman Berat: Minimal Penjara Seumur Hidup
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
-
Kolaborasi Penerima Bansos dan Kopdes Merah Putih, Kemensos Bantu Kadang dan Ayam Petelur
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi