Suara.com - Ketua DPD Jawa Barat Ace Hasan Syadzily memiliki harapan besar Ridwan Kamil kelak dapat berkontribusi besar untuk Partai Golkar, terutama dalam membantu pemenangan Golkar di Jabar pada Pemilu 2024.
Harapan itu beriringan dengan bergabungnya Ridwan Kamil atau Kang Emil sebagai kader Golkar. Ace menganggap kehadiran Emil itu menjadi amunisi baru untuk Golkar.
"Tentu yang paling utama adalah bisa membantu pemenangan Partai Golkar. Saya sebagai Ketua Golkar Jabar tentu ini akan menjadi amunisi baru bagi kami untuk pemenangan Golkar di Jabar," kata Ace di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (18/1/2023).
Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono sebelumnya mengakui bergabungnya Ridwan Kamil sebagai kader bakal menguntungkan Partai Golkar secara elektoral.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 ini bahkan menyebut Kang Emil sebagai salah satu kader terbaik. Sebelumnya. Dave juga memastikan Emil masuk Golkar melalui Kosgoro.
"Pastinya dong (keuntungan elektoral), pastinya. Beliau salah satu kader terbaik," kata Dave di kantor PPK Kosgoro 1957, Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2023).
Dave berharap Emil bisa memberikan kontribusi lebih lanjut usai bergabung dengan Golkar.
"Kita harapkan beliau bisa terus berikan sumbangsih kepada negara melalui Kosgoro dan Golkar," kata Dave.
Ridwan Kamil Dapat Jabatan Apa?
Baca Juga: Rekam Jejak Politik Ridwan Kamil: Lama Berkarier Tanpa Parpol, Kini Berlabuh ke Partai Golkar
Ridwan Kamil resmi bergabung ke Partai Golkar. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga dijadwalkan memperkenalkan langsung Ridwan Kamil atau Kang Emil kepada para pengurus dan publik sore ini.
Lantas apakah Golkar memberikan jabatan khusus bagi Gubernur Jawa Barat itu di kepengurusan atau hanya menjadi kader biasa? Ketua DPD Jabar Ace Hasan Syadzily berujar hal itu menjadi ranah ketua umum.
"Kalau posisi itu kewenangan ketum," kata Ace di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (18/1/2023).
Kendati begitu, Ace mengatakan terkair posisi Emil di Gokar nantinya juga akan menjadi pembahasan pada pertemuan Airlangga dan Emil, Rabu sore.
"Salah satunya nanti akan dibicarakan antara Pak RK dan Pak Airlangga," ujar Ace.
Siap Beri KTA
Berita Terkait
-
Rekam Jejak Politik Ridwan Kamil: Lama Berkarier Tanpa Parpol, Kini Berlabuh ke Partai Golkar
-
Masuk Golkar, Posisi Ridwan Kamil akan Ditentukan Airlangga
-
Golkar Siapkan KTA, Ridwan Kamil Bakal Umumkan Langsung Dirinya jadi Kader 'Beringin'
-
Blak-blakan! PSI Bocorkan soal Penggeledahan di Gedung DPRD DKI: Penyidik KPK Hanya Periksa Ruangan Fraksi Golkar
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Tak Bisa Lagi Sembarangan, RUU PPRT Bakal Atur Perusahaan Berbadan Hukum yang Boleh Salurkan PRT
-
Kejagung Periksa Kasi Intel Bea Cukai Aceh Terkait Dugaan Korupsi Ekspor POME
-
Aksi Kamisan ke-900: Keteguhan Sumarsih Mencari Keadilan bagi Sang Anak
-
Ahli Hukum di Sidang Gus Yaqut: Kerugian Negara Harus Ada Sebelum Penetapan Tersangka
-
Ketua Baleg DPR RI Pastikan RUU PPRT Disahkan Tahun Ini, Rieke Pitaloka Usul Momentum Hari Kartini
-
Bareskrim Polri Minta Bank Perketat Aturan Buka Rekening demi Putus Aliran Dana Judi Online
-
Tak Hanya Outsourcing, Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq juga Kuasai Proyek Makan-Minum di 3 RSUD
-
Pakar UGM: Keputusan Menag Soal Kuota Haji Belum Tentu Melanggar Hukum Tanpa Pengujian Resmi
-
Sikap RI 2024 vs 2026: Mengapa Tak Ada Lagi Kata 'Mengutuk' untuk Serangan AS-Israel ke Iran?
-
Korea Utara Uji Coba Rudal Nuklir Baru saat Timur Tengah Memanas