Suara.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno mengungkapkan alasan ia hadir dalam peresmian Sekretariat Bersama (Sekber) Koalisi Gerindra-PKB. Salah satunya ialah karena adanya pesan khusus langsung dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
Diketahui Sandiaga sebelumnya memang bertemu Prabowo. Pertemuan itu menyusul kabar kepindahan Sandiaga ke PPP.
Adapun pesan Prabowo ke Sandiaga itu ialah undangan langsung kepada Sandiaga agar hadir di peresmian Sekber Gerindra-PKB di Menteng, Jakarta Pusat
"Saya tadi diundang dan diberi pesan khusus oleh Pak Prabowo untuk hadir," kata Sandiaga di Sekber Gerindra-PKB, Senin (23/1/2023).
Sandiaga mengaku senang melihat keriuhan acara peresmian Sekber Gerindra-PKB. Ia menilai keramaian politik hari ini menandakan Pemilu 2024 yang tidak akan lama lagi.
"Tentunya senang bisa melihat karena tahapan untuk Pemilu sudah kira-kira satu tahun lagi dari sekarang dan ini lah kerja bareng yang mudah-mudahan akan membawa keberkahan ke depan," kata Sandiaga.
Kehadiran Sandiaga
Sebelumnya kehadiran Sandiaga menjadi daya tarik tersendiri, setelah sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu dikabarkan akan hijrah ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Pantauan Suara.com, Sandiaga yang menumpangi mobil listrik teranyar, yakni Hyundai Ioniq 5 tiba di Sekber pukul 10.02. Sandiaga yang turun di depan gerbang sempat mengacungkan jempol dan memberikan salam OK OCE. Setelahnya Sandiaga langsung berjalan masuk.
Baca Juga: Perdana Bertemu Sandiaga Uno, Netizen Sebut Bunda Corla Pintar dan Berattitude
Sesampainya di halaman depan tempat acara, kehadiran Sandiaga mendapat antusiasme kader, baik Gerindra maupun PKB. Tidak terkecuali Ketua Harian DPP Partai Gerindra Dasco.
Diketahui Dasco merupakan orang kali pertama yang mengabarkan adanya informasi Sandiaga bakal hengkang. Adapun saat bertemu di Sekber, keduanya tampak karib, saling bersalaman antara Sandiaga dan Dasco.
Sandiaga kemudian menghampiri sejumlah kader yang sekaligus anggota DPR Fraksi Gerindra. Sandiaga terlihat menyalami mereka satu per satu.
Berita Terkait
-
Ternyata Koalisi PKB-Gerindra Tidak Bubar, Prabowo: Kita Solid, Semangat Kita Tinggi
-
Cak Imin: PKB-Gerindra Saling Lengkapi, Lebih Lengkap lagi Kalau Partai Lain Nyusul
-
Sekber Gerindra-PKB Diresmikan, Prabowo dan Cak Imin Solid Hadapi Pemilu 2024
-
Rocky Gerung Sebut Jokowi Preteli Kekuasaan Megawati, Ruhut Sitompul: Si Raja Dungu Masih Aja Mau Ngadu Banteng!
-
Resmikan Sekber Gerindra-PKB, Prabowo: Nanti Logonya Tidak Hanya Terbatas Dua Partai
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar