Suara.com - Ketua DPRD Maluku Utara (Malut), Kuntu Daud tengah disorot sejumlah pihak. Sebab dirinya kerap menyebut aksi demo para tenaga kesehatan atau nakes di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Ternate sama dengan komunis.
"Untuk itu, diharapkan agar para provokator yang terlibat harus diadili. Kami hanya sarankan ke Pak Gubernur, demonstrasi di IGD rumah sakit itu tidak boleh. Itu komunis boleh tempatkan di rumah sakit situ," ungkap Kuntu Daud kepada sejumlah wartawan usai rapat pembahasan pembayaran TTP Nakes bersama Gubernur Maluku Utara seperti dikutip Times Indonesia --jaringan Suara.com.
Padahal para nakes itu berunjuk rasa karena menuntut menuntut hak TPP atau Tambahan Penghasilan Pegawai 15 bulan yang belum dibayarkan. Atas dasar tuduhan tersebut, Ketua DPRD Malut dilaporkan ke polisi.
Tak hanya pernyataannya yang menyebut aksi unjuk rasa para nakes sama dengan komunis, profil Ketua DPRD Malut juga turut menerima sorotan. Berikut informasinya yang berhasil Suara.com rangkum.
Profil Kuntu Daud
Pemilik nama lengkap Kuntu Daud ini lahir di Sabaleh, Maluku, pada 9 Agustus 1972. Ia adalah Ketua DPRD Maluku Utara periode 2019-2024 yang direkomendasikan PDI-P. Sebelumnya, dalam Pemilu 2014, ia terpilih sebagai anggota DPRD Malut.
Kuntu memiliki seorang istri bernama Jumiyanti dan telah dikaruniai 4 orang anak. Selain menjadi Ketua DPRD, ia juga aktif mengurus organisasi Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi). Ia pun tercatat pernah menjabat Bendahara PD Persi Maluku Utara periode 2015-2018.
Pelantikannya sebagai Ketua DPRD Maluku Utara dilakukan pada 13 November 2019. Saat itu, ia diresmikan bersama tiga wakilnya, yakni Muhammad Abusama (Partai Golkar) Wahda Zainal Imam (Gerindra) serta M. Rahmi Husen (Demokrat).
Sebut Demo Nakes Mirip Aksi Komunis
Baca Juga: Alasan Nguyen Xuan Phuc Mundur dari Jabatannya Sebagai Presiden Vietnam
Ketua DPRD Malut, Kuntu Daud menyebut unjuk rasa yang dilakukan para nakes di RSUD Chasan Boesoirie Ternate sama dengan aksi komunis. Lebih lanjut keterangannya, ia meminta sang provokator dapat diadili dan mengimbau Gubernur Maluku Utara untuk melarang demo di IGD.
"Yang tega melakukan hal seperti begitu hanya komunis," ujar Kuntu.
"Untuk itu, diharapkan agar para provokator yang terlibat harus diadili. Kami hanya sarankan ke Pak Gubernur, demonstrasi di IGD rumah sakit itu tidak boleh. Itu komunis boleh tempatkan di rumah sakit situ. Kalau ada provokator betul, harus tangkap mereka," sambungnya.
Sejumlah nakes lantas melaporkan Kuntu Daud ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Malut, pada Senin (23/1/2023) terkait tindak pidana pencemaran nama baik. Laporan ini pun dibenarkan Pembantu Unit 1 Subdit V Direktorat Ditreskrimsus Polda Malut, Iptu Angga Perdana Putra Wantono.
Pernyataan Kuntu juga disesalkan Akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Hendra Kasim. Ia mengatakan, Ketua DPRD seharusnya bisa membantu menemukan solusi atas kasus tunggakan tunjangan tambahan para nakes tersebut. Bukan malah memperkeruh suasana.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Alasan Nguyen Xuan Phuc Mundur dari Jabatannya Sebagai Presiden Vietnam
-
Vietnam Bergolak, Presiden Mengundurkan Diri Terkait Kasus Korupsi
-
Pemerintah Akui 12 Pelanggaran HAM Berat di Masa Lalu, dari Peristiwa 1965 hingga Pembunuhan Dukun Santet Banyuwangi
-
Megawati : Kita Sama Polisi Sudah Temenan Baik
-
Cerita Diperiksa Kejaksaan dari Jam 8 Pagi Sampai Jam 20.00 Malam, Megawati: Saya Tidak Mau Disebut Komunis!
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Prabowo Tinjau Huntara Korban Bencana Banjir Aceh Usai Salat Id, Cek Fasilitas dan Sapa Warga
-
Momen Prabowo Laksanakan Salat Id Hingga Halalbihalal dengan Masyarakat Aceh Tamiang
-
Viral! Dikabarkan Tewas Sejak 2019, Sosok Ini Sangat Mirip Jeffrey Epstein, Apakah Ia Masih Hidup?
-
Mojtaba Khamenei Klaim Musuh Allah Telah Tumbang, AS-Israel Disebut Salah Perhitungan
-
Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Gabung Warga Huntara di Masjid Darussalam
-
Lebaran 2026 di Zona Perang: Gaza, Iran, dan Lebanon Rayakan Idul Fitri Tanpa Sukacita
-
Megawati Rayakan Lebaran Bersama Keluarga dan Sahabat, Beri Pesan soal Persaudaraan
-
Wapres Gibran Salat Bersama Jan Ethes di Masjid Istiqlal
-
67 Tahanan Rayakan Idulfitri di Rutan, KPK Sediakan Layanan Khusus
-
Dasco Tak Gelar Griya Lebaran Tahun ini,: Sebagian Rakyat Masih Berduka