Suara.com - Polisi menyebut Yeni, tenaga kerja wanita (TKW) sekaligus istri tersangka M Dede Solehuddin (35) dua kali hendak dibunuh oleh Wowon Erawan alias Aki Wowon (60) dan partner incrimenya Solihin alias Duloh (63).
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan ini berdasar hasil pemeriksaan ketiga tersangka. Upaya pembunuhan yang dilakukan Aki Wowon Cs ini gagal karena Yeni berhasil melawan.
"Yang bersangkutan (Yeni) pernah akan dibunuh sebanyak dua kali. Bahkan yang kedua sudah diikat menggunakan kain untuk dicekik. Namun karena melawan akhirnya gagal," kata Hengki kepada wartawan, Selasa (31/1/2023).
Hingga kekinian, kata Hengki, pihaknya belum bisa memeriksa Yeni. Sebab istri dari tersangka Dede ini diduga masih bekerja di luar negeri.
Istri Ikut Ditipu
Sebelumnya terungkap bahwa tersangka serial killer Aki Wowon Cs tidak hanya tega menghabisi nyawa istrinya. Melainkan juga tega menipu istrinya dengan praktik penipuan penggandaan uang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkap salah satu TKW korban penipuan Aki Wowon Cs ialah Yeni yang tidak lain istri tersangka Dede. Sekaligus adik dari Ai Maimunah istri Aki Wowon yang tewas diracun di Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.
"Yang mengumpulkan hartanya (setoran para TKW) adalah si Dede. Berarti istri ditipu oleh suami," kata Trunoyudo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (26/1/2023).
Selain jadi korban penipuan, Yeni ternyata juga turut mengenalkan praktik penggandaan uang Aki Wowon Cs ini ke para TKW lainnya. Hal ini yang kemudian menjadi dasar keyakinan para korban turut serta menyetorkan gajinya untuk digandakan.
Baca Juga: Ditemukan Jauh Di Libya, Evi TKW Korban Wowon Cs Dalam Kondisi Sehat
"Salah satunya istri dari pelaku Dede, Yeni merupakan TKW yang ada di Arab Saudi. Sehingga korban merasa tidak mungin ini dianggapnya suatu penipuan. Itu yang membuat korban yakin," katanya.
Modus Ganda Uang Diusut
Trunoyudo lantas mengklaim penyidik masih mendalami seberapa lama Aki Wowon Cs telah membuka praktik penipuan modus penggandaan uang ini. Pendalaman dilakukan dengan menelusuri aliran uang ke rekening para tersangka. Hal ini dilakukan juga untuk mendalami berapa banyak korban yang telah tertipu.
"Dari buku rekening nanti akan kita lihat sejak kapan korban menyerahkan uang kepada para pelaku dan berapa banyak korban atau orang yang menyetor ke situ dengan motif penipuan berkemas pada supranatural menggandakan uangnya ini," jelas Trunoyudo.
Berdasar hasil penyelidikan dan penyidikan sementara, kata Trunoyudo, ditemukan total ada 11 TKW yang diduga menjadi korban penipuan Aki Wowon Cs. Dua di antaranya; Siti Fatimah dan Farida yang telah dibunuh oleh Aki Wowon Cs lantaran menagih hasil penggandaan uang.
Sedangkan sembilan TKW lainnya, yaitu Yeni, Aslem, Entin, Hamidah, Evi, Hanna, Yanti, Nene, dan Sulastini.
Berita Terkait
-
Ditemukan Jauh Di Libya, Evi TKW Korban Wowon Cs Dalam Kondisi Sehat
-
BREAKING NEWS! Evi TKW Korban Penipuan Wowon Cs Ditemukan Di Libya
-
Kasus Pembunuhan Berantai Wowon Cs, Polisi Didesak Perhatikan Pemulihan Hak Korban
-
Sewa Kontrakan buat Bunuh TKW, Doktrin Aki Wowon Cs Larang Korban Serial Killer Bertemu Keluarga: Bisa Kena Petaka!
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Prabowo: Pejabat Turun Dinyinyiri, Tak Turun Disalahkan, Kami Siap Dihujat
-
Prabowo Soal Bantuan Bencana: Pemerintah Terbuka, Asal Tulus dan Jelas Mekanismenya
-
Palak Pedagang Pakai Sajam, Dua Preman 'Penguasa' BKT Diringkus Polisi
-
Mendagri Tito Dampingi Presiden Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur di Tapanuli Selatan
-
Hadapi 7.426 Kasus Narkoba, Pemprov DKI Siapkan Tiga Strategi Utama di 2026
-
Blak-blakan Prabowo, Ini Alasan Banjir Sumatra Tak Jadi Bencana Nasional
-
Tak Punya SIM, Pengemudi Civic Hantam Separator dan Bus TransJakarta di Bundaran HI
-
Demokrat Murka SBY Dituduh Dalang Ijazah Palsu Jokowi, Akun TikTok Diberi 3 Hari untuk Minta Maaf
-
Tunjukkan Empati, Warga Bukittinggi Rayakan Tahun Baru di Jam Gadang Tanpa Pesta Kembang Api
-
Kemenag Serahkan Bantuan Rp10,2 Miliar untuk Penyintas Banjir Sumatra Barat