Suara.com - Rekonstruksi kecelakaan mahasiswa UI, Muhammad Hasya Atallah mengungkap beberapa fakta yang janggal terkait insiden.Adapun rekonstruksi tersebut dipimpin oleh Polda Metro Jaya Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (2/2/2023).
Polisi dalam reka ulang tersebut menghadirkan sembilan saksi serta melibatkan para pakar yang berkolaborasi antar profesi.
Warna mobil Pajero berubah
Salah satu hal yang janggal yakni terjadi perubahan antara mobil Pajero yang terjadi saat insiden dengan yang digunakan dalam reka ulang adegan.
Adapun mobil Pajero yang ditunggangi oleh oknum purnawirawan AKBP Eko Setia BW yang diduga menabrak Hasya berwarna hitam, sebagaimana yang terekam oleh CCTV di TKP.
Lain halnya dengan mobil Pajero yang digunakan dalam upaya reka adegan tersebut berwarna putih.
Penyebab perubahan tersebut diungkap Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Latif Usman. Ia menjelskan warna mobil tersebut telah diubah setelah kasus kecelakaan itu telah selesai.
"Itu karena kemarin sudah SP3, kendaraan ini (warnanya) dikembalikan. Nanti motor juga akan kita kembalikan," ucap Latif saat ditemui usai rekonstruksi.
"Sehingga kemarin sudah diambil pemiliknya (AKBP Eko Setia) itu (stiker) dilepas. Tapi nomor pelat sama semua cuma warna aja," lanjutnya.
Baca Juga: Kompol D Ternyata Sudah Nikah Siri dengan Nur, Bolehkah Anggota Polri Poligami?
Pengemudi Pajero ternyata tak mengevakuasi Hasya
Rekonstruksi tersebut juga mengungkap fakta bahwa pengemudi tidak mengevakuasi korban ke rumah sakit. Adegan ke-9 reka ulang tersebut menggambarkan situasi Hasya yang sudah dirubungi oleh pengemudi dan beberapa warga di tempat kejadian perkara (TKP) menelepon ambulans.
Ambulans datang 30 menit setelah kecelakaan usai seorang warga bernama Agus menelpon ambulans.
"Saksi, Agus Priadi, menghubungi pengemudi mobil ambulans. Akhirnya mobil ambulans datang 30 menit kemudian," ungkap anggota kepolisian saat menjelaskan adegan di rangkaian rekonstruksi.
Keluarga Hasya tuntut Eko atas pembiaran
Sehubungan dengan tidak ada adegan pengemudi mengevakuasi korban, maka keluarga Hasya melaporkan Eko Setio Budi Wahono atas dugaan pembiaran sehingga mengakibatkan Hasya tewas di TKP.
Berita Terkait
-
Kompol D Ternyata Sudah Nikah Siri dengan Nur, Bolehkah Anggota Polri Poligami?
-
Rekonstruksi Ulang Kecelakaan Mahasiswa UI Ditabrak Pensiunan Polisi, Polda Metro Jaya Gunakan 3D Laser Scanner
-
Motor Tabrak Truk karena Hindari Jalan Bergelombang di Jalinsum Katibung, Satu Orang Meninggal
-
Babe Haikal Cari Sosok Anggota Polisi yang Tolong Keponakannya Kecelakaan
-
Kecelakaan Maut Mobil Tabrak Truk di Tol Medan-Tebing Tinggi, 2 Orang Tewas
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara