Suara.com - Diabetes memang umumnya menyerang orang yang sudah dewasa dan memiliki riwayat penyakit tertentu. Tapi belakangan diketahui risiko diabetes juga dimiliki oleh anak-anak. Bahkan disebutkan dari berbagai sumber, kasusnya naik sebesar 70 kali lipat dalam beberapa waktu terakhir. Maka sebagai orang tua, wajib mengetahui gejala diabetes pada anak agar dapat melakukan penanganan cepat dan tepat.
Data terkait peningkatan kasus diabetes pada anak sendiri diungkapkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia, yang menyebutkan di tahun 2023 kasus diabetes pada anak meningkat hingga 70 kali lipat sejak tahun 2010 lalu. Bukan tidak mungkin, kasusnya akan meningkat lebih besar lagi.
Lalu Apa Kira-Kira Gejalanya?
Ada beberapa gejala yang umum ditemui pada anak yang menderita diabetes, khususnya tipe 1 yang sering menyerang anak-anak. Gejala-gejala ini muncul dalam waktu singkat setelah anak terserang. Dilansir dari docdoc.com pada Minggu (2/5/2023), berikut beberapa gejala diabetes pada anak yang bisa diidentifikasi.
- Kelelahan
- Mudah marah
- Turun berat badan
- Infeksi jamur pada anak perempuan
- Lapar atau haus yang sangat ekstrim
- Sering buang air kecil
- Masalah penglihatan
- Sakit perut
- Napas menjadi berat
- Muntah dan mual
Selain gejala di atas, ada pula beberapa gejala lain yang muncul dan sudah menjadi indikasi darurat. Ketika tanda-tanda di bawah ini muncul maka harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memperoleh penanganan medis yang tepat.
- Mengalami sakit perut yang parah
- Kehilangan kesadaran
- Napas menjadi cepat
- Kebingungan diikuti tubuh kejang atau gemetar
- Napas beraroma kurang sedap
Ketika gejala-gejala ini muncul, maka sangat direkomendasikan untuk segera menemui dokter kepercayaan Anda.
Kemudian, Kenali Penyebabnya agar Dapat Dihindari
Diabetes sejatinya adalah kondisi ketika kadar glukosa dalam darah terlalu tinggi. Masih digolongkan dalam beberapa jenis, penyebab diabetes pada anak juga tergantung dengan tipe yang dideritanya.
Pada konteks ini, diabetes yang paling umum ditemukan pada anak-anak adalah tipe 1. maka penyebab utamanya dapat berasal dari faktor genetik atau faktor penyakit autoimun.
Faktor genetik sendiri kemudian dapat meningkat risikonya saat anak memiliki gaya hidup yang tidak sehat dan sering terinfeksi virus. Risiko munculnya diabetes tipe 1 pada anak-anak akan meningkat drastis.
Pada konteks diabetes tipe 2 yang juga mungkin terjadi pada anak-anak, penyebabnya adalah kegemukan atau kelebihan berat badan. Hal ini terkait dengan gaya hidup tidak sehat dan konsumsi makanan cepat saji dan berpengawet.
Itu tadi sekilas mengenai gejala diabetes pada anak yang wajib diketahui orang tua. Semoga bermanfaat, dan jangan lupa konsultasikan dengan dokter kepercayaan Anda!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
18 Tahun Lawan Diabetes, Suti Karno Bersyukur Cuma Kehilangan Satu Kaki
-
5 Artis Tajir Berobat Pakai BPJS, Ada yang Sakit Ginjal dan Diabetes
-
3 Cara Mudah Turunkan Gula Darah Ala Cut Memey: Cegah Diabetes dan Sakit Kronis!
-
3 Cara Cut Memey Kurangi Asupan Gula, Demi Hindari Diabetes
-
Tak Cukup Hanya dengan Pengecekan Gula Darah Saja, Diabetes Juga Perlu Pemeriksaan Holistik Untuk Cegah Komplikasi
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura
-
Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!
-
Siapkan Payung Saat Ramadan, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Berlanjut di Sebagian Besar Indonesia
-
Kemenkes Minta Jangan Lagi Ributkan BPJS PBI: RS Harus Tetap Layani Pasien
-
Kemenko Kumham Imipas Sebut Perlu Sinkronisasi Regulasi dalam Penyelesaian Overstaying Tahanan
-
7 Fakta Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 804 Warga Mengungsi
-
Pakar Teknik Ingatkan Program Gentengisasi Prabowo Tak Bisa Dipukul Rata
-
Pemanasan Global Ubah Cara Atmosfer Mengurai Gas Rumah Kaca: Apa Dampaknya?
-
Respons Kritik soal Pengangkatan jadi Hakim MK, Adies Kadir: Bisa Tanya ke DPR
-
Lantai Dapur Ambrol ke Sungai, Warga Kutawaringin Ditemukan Tak Bernyawa Usai 4 Hari Pencarian