Suara.com - Swedia akhirnya secara resmi melarang unjuk rasa dengan pembakaran Al Quran. Hal ini mencuat usai polisi setempat menolak memberikan izin aksi demo dengan membakar kitab suci. Langkah ini diklaim sangat jarang dilakukan otoritas Swedia yang dikenal terbuka.
Hal ini disampaikan setelah sebelumnya politisi sayap kanan negara itu, Paludan melakukan aksi tercela dengan membakar Al Quran di depan kedutaan Turki.
Pihak berwajib Swedia beralasan, larangan ini menanggapi peningkatan risiko serangan terhadap Swedia. Setelah sebelumnya protes serupa meningkatkan ketegangan politik luar negeri negara itu.
"Pembakaran Alquran di dekat kedutaan Turki pada Januari 2023, belakangan tidak meningkatkan ancaman terhadap masyarakat Swedia pada umumnya, tetapi juga pada Swedia, kepentingan Swedia di luar negeri, dan orang Swedia di luar negeri," kata keterangan resmi dari kepolisian setempat.
Mereka juga menyebut, Swedia kini jadi target utama berbagai kelompok akibat pembakaran Al Quran.
Melansir dari AFP, ada asosiasi yang tidak terkenal mengajukan izin untuk melakukan aksi unjuk rasa serupa sebagai bentuk protes terkait keanggotaan NATO Swedia.
Polisi lantas menyampaikan, penolakan memberi izin unjuk rasa berkaitan dengan meningkatnya status keamanan di negara tersebut.
Kelompok yang kerap bertindak frontal hingga membuat Swedia mendapatkan kecaman dari dunia, ekstrimis kanan belakangan semakin bangkit sehingga membuat pemerintah khawatir terkait serangan dari luar negeri.
Pada 2017 silam, ada serangan dari kelompok yang mengklaim dari Islam garis keras melakukan di Stockholm yang menewaskan lima orang.
Baca Juga: Ulah Rasmus Paludan Bakar Alquran Bikin Geram Mantan PM Swedia: Mereka Orang Bodoh!
Berita Terkait
-
Jumat Berkah, Berikut Amalan Utama di Hari Jumat
-
Ingin Bisa Hafal Al Quran? Ustadz Dennis Lim Ungkap Syaratnya Ternyata Bukan Cerdas atau Jago..
-
CEK FAKTA: Ustaz Abdul Somad Bimbing Mikha Tambayong dan Ayahnya Jadi Mualaf
-
Ayam Dulu, atau Telur Dulu? Ini Jawabannya Kata dr Zaidul Akbar
-
Ulah Rasmus Paludan Bakar Alquran Bikin Geram Mantan PM Swedia: Mereka Orang Bodoh!
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
Terkini
-
Wakapolri Tinjau Arus Balik Libur Nataru, Skema One Way hingga Contraflow Disiapkan
-
Proyek Pengendali Banjir Fatmawati Dimulai, Jalan H. Nawi Bakal Menyempit Selama Setahun
-
Begini Situasi Manggarai Sore Tadi, Tawuran Warga yang Bikin Rute Transjakarta Dialihkan
-
LPSK Berkoordinasi dengan Amnesty Internasional soal Teror Kritik Penanganan Bencana Sumatra
-
KUHAP Baru Berlaku, Hinca Panjaitan: Tak Ada Lagi Pelanggaran HAM
-
Tawuran di Manggarai Berhasil Dibubarkan, Lalu Lintas dan Layanan Transjakarta Kembali Normal
-
BMKG Kalteng Ingatkan Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Warga Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan
-
KPK: Wacana Pilkada Dipilih DPRD Harus Disertai Regulasi Jelas dan Pengawasan Ketat
-
Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Kontrakan Tanjung Priok, Satu Anak Kritis
-
Antrean Panjang Berburu Tiket Planetarium Jakarta, Jakpro Janji Benahi Layanan