- BMKG Yogyakarta peringatkan potensi cuaca ekstrem dengan hujan lebat di DIY selama 17–19 Februari 2026.
- Masyarakat DIY diimbau waspada saat tradisi padusan menyambut Ramadan karena risiko cuaca ekstrem.
- Satpol PP DIY menyarankan warga menghindari ritual padusan di pantai atau sungai karena potensi bahaya mendadak.
Suara.com - Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diimbau lebih waspada saat melaksanakan tradisi berupa ritual pembersihan diri atau kerap disebut padusan untuk menyambut bulan Ramadan 1447 H. Hal ini menyusul potensi cuaca juga ekstrem di wilayah DIY selama tiga hari ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada periode 17 hingga 19 Februari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Warjono, mengungkapkan bahwa dalam tiga hari ke depan, wilayah DIY masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Analisis dinamika atmosfer menunjukkan adanya pertemuan angin atau konvergensi yang memanjang di wilayah Pulau Jawa. Hal ini didukung oleh suhu muka laut yang hangat sehingga meningkatkan suplai uap air.
"Tiga hari ke depan masih potensi hujan lebat. Ini dua hari ini kita siaga cuaca dan hari ketiganya tetap waspada," kata Warjono saat dihubungi, Senin (16/2/2026).
Potensi cuaca ekstrem ini turut berdampak langsung pada kondisi di wilayah pesisir selatan Yogyakarta. Warjono mengingatkan masyarakat yang berniat melakukan tradisi padusan di kawasan pantai agar meningkatkan kewaspadaan.
Meskipun gelombang laut saat ini berada di kategori sedang hujan lebat yang turun sewaktu-waktu dapat memengaruhi kenaikan arus gelombang secara mendadak.
"Pantai selatan juga setiap hari hujan dari pagi sampai sore ya ada potensi hujan dan perlu waspada juga karena ketika hujan lebat dan tiba-tiba bisa menyebabkan arus gelombang naik atau tinggi gelombang akan bertambah," ujarnya.
Senada dengan peringatan BMKG, Kepala Satpol PP DIY, Bagas Senoadji, turut memberikan imbauan tegas kepada wisatawan dan masyarakat setempat.
Baca Juga: 6 Fakta Amuk Angin Kencang di Cibinong, Warga Histeris Lihat Atap Pakansari Berterbangan
Dipaparkan Bagas bahwa karakteristik pantai selatan yang memiliki gelombang tinggi sangat berbahaya jika digunakan untuk lokasi padusan. Terlebih di tengah curah hujan yang tinggi menjelang momen Imlek yang jatuh berdekatan dengan Ramadan tahun ini.
"Saya juga menghimbau kepada masyarakat mungkin yang berkunjung ke Jogja, mungkin masyarakat yang akan melakukan Padusan, carilah tempat Padusan yang mungkin aman, tidak harus di pantai. Padusan yang lain itu kan banyak ya, umbul-umbul itu kan banyak toh di Jogja ini," imbau Bagas.
Selain area pantai, Bagas tak lupa mengingatkan warga untuk tidak melakukan ritual padusan di aliran sungai. Risiko banjir bandang dari wilayah hulu menjadi ancaman nyata meskipun di lokasi padusan cuaca terpantau cerah.
"Sungai itu juga enggak aman. Mungkin di daerah hulu sana lagi hujan deras, yang di tengah-tengah kita nggak tahu tiba-tiba terjadi banjir bandang dan sebagainya," tandasnya.
Ia menegaskan bahwa anggota Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) telah disiagakan untuk mengawasi titik-titik rawan. Termasuk mengarahkan warga ke lokasi yang lebih aman seperti umbul atau kolam renang.
Tercatat Anggota SRI total sebanyak 328 terdiri yang tersebar dari wilayah Gunungkidul, Kulon Progo hingga Sleman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
DPR Bongkar Fakta Pembahasan UU KPK, Jokowi Mau 'Cuci Tangan'?
-
Polda Metro Turun Tangan, Kombes Rita Janji Cek Kasus Perkosaan Konten Kreator Cinta Ruhama
-
Cak Imin Sebut Masih Ada Peserta BPJS PBI yang Dinonaktifkan, Apa Alasannya?
-
Bawa Misi Palestina ke Board of Peace, Komisi I DPR Beri 3 Pesan Penting untuk Prabowo
-
Israel Masuk Dewan Perdamaian Trump, Koalisi Desak Indonesia Mundur dari BoP
-
Nyamar Pakai Batik dan Lanyard, Pencuri Spesialis Hotel Mewah Jakarta Akhirnya Ditangkap
-
Kemensos: 40 Ribu Peserta BPJS PBI Direaktivasi, 2 Ribu Beralih Bayar Iuran Sendiri
-
Operasi Pekat Pulogadung, Satpol PP Sita 25 Botol Miras dan Amankan PPKS
-
Imlek 2026, Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Vihara
-
Ironi AKBP Didik Putra Kuncoro: 6 Fakta Kelam Eks Kapolres Bima, Simpan Sekoper Narkoba