"Apabila pernyataan saudara tidak dicabut, kami sopir truk Indonesia akan membuat gerakan untuk meluruskan dari pernyataan saudara Noel, camkan itu saudara Noel," ujarnya.
Ganjar Dianggap Tak Bisa Teruskan Jokowi
Selain Noel, Sekretaris Jenderal GP Mania Akhmad Gojali Harahap menganggap Ganjar bukan sosok yang tepat untuk melanjutkan pemerintahan Presiden Jokowi. Selain itu Ganjar dianggap mereka tidak bisa meyakinkan masyarakat.
"Ganjar diyakini bukan sosok tepat melanjutkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Tidak ada nilai lebih yang ditonjolkan Ganjar sebagai capres baik dalam hal gagasan maupun program untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan lebih baik di masa akan datang," kata Akhmad.
Alasan lain yang membuat GP Mania bubar adalah Ganjar yang dinilai hanya pencitraan di sosial media. Diketahui Ganjar kerap meramaikan sosial media dengan konten-konten yang dibuat oleh timnya.
"Tampilan Ganjar Pranowo di publik atau medsos berbeda dengan tampilan keseharian," ujar Akhmad.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Pembubaran GP Mania Bebas dari Unsur Intervensi PDIP Maupun Presiden Joko Widodo
-
Politik Identitas Punya Efek Bahaya Bagi Keutuhan NKRI, Kornas Relawan ProGP Sebut Ganjar Pranowo Pancasilais Sejati
-
Jawa Tengah Mulai Panen Padi, Ganjar Targetkan Harga Beras Bisa Stabil dalam Sepekan
-
Dinilai Sosok Pancasilais Sejati, Relawan Yakin Ganjar Pranowo Tak Akan Gunakan Politik Identitas
-
Bukan Ganjar Pranowo Atau Anies Baswedan, Abu Janda Yakin Sosok Ini yang Jadi Presiden 2024
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
BGN Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Hingga Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar
-
Hilmar Farid: Ada Gap Pengetahuan Antara Jaksa dan Nadiem Makarim di Kasus Chromebook
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Jabar Sudah Bisa Bayar Pajak Kendaraan via WhatsApp, Jakarta Kapan?
-
Bukan 3 Orang, Ternyata Kejagung Kasasi 8 Bankir yang Divonis Bebas di Kasus Sritex
-
Kunjungi Lampung Selatan, Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Apresiasi Komitmen Daerah Tangani Zero Dose
-
Kasus PRT Benhil: Pernyataan Penyidik Dinilai Reduksi Kesalahan Pelaku
-
15 Tahun Jaga Rel Tanpa Status, Penjaga Perlintasan Minta Palang Kereta Resmi yang Layak
-
Masuk Kelompok Ekonomi Terbawah, 11 Ribu Nama Dibuang dari Daftar Penerima Bansos