Suara.com - Kedua orang tua Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (15/2/2023) sore. Kedatangan mereka untuk membuat laporan kehilangan saldo ATM senilai Rp200 juta di rekening mendiang putranya.
Orang tua Yosua melaporkan Ferdy Sambo, Ricky Rizal dan Putri Candrawathi ke polisi terkait barang-barang milik mendiang Yosua yang harusnya sudah dikembalikan. Simak barang milik Brigadir J yang belum dikembalikan berikut ini.
Laporkan Ferdy Sambo cs
Terkait sejumlah barang milik Yosua termasuk uang, laptop hingga jam tangan yang belum dikembalikan tersebut, orang tua mendiang melaporkan Ferdy Sambo cs. Dilaporkan ada uang di ATM Yosua senilai Rp200 juta yang hilang.
"Uang almarhum hilang Rp200 juta pasca dia dikubur, dalam tanda kutip masih mentransfer uang 200 juta, pelakunya adalah yang mengaku Ricky Rizal baik itu atas inisiatif sendiri maupun atas perintah daripada nenek Putri Candrawathi," ujar Kamaruddin Simanjuntak, kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua.
Selain uang Rp200 juta, Kamaruddin mengungkap ponsel dan laptop milik Yosua yang juga hilang. Ada juga pin emas penghargaan dari Kapolri milik Yosua yang hingga kini belum dikembalikan.
"Seharusnya milik ahli waris, tapi sampai sekarang tidak kembali jadi itu sudah 200 juta, itu belum ditambah nilai laptop, HP, pin emas, jam tangan dan sebagainya. Tentu di atas 200 juta," pungkas Kamaruddin.
Daftar Barang Brigadir J yang Belum Dikembalikan dan Disita
Samuel Hutabarat, ayah Brigadir J mengatakan sampai hari ini barang-barang tersebut masih belum dikembalikan. Bahkan barang-barang milik mendiang putranya itu keberadaannya ada yang tidak diketahui.
"Ada beberapa barang yang belum kembali kepada kami," ucap Samuel pada Rabu (17/8/2022) silam.
Sejauh ini , beberapa barang milik Yosua yang sudah dikembalikan adalah pakaian, tas hitam, sebagian sepatu yang berjumlah 5 kardus, 1 kotak plastik dan 1 koper.
Namun, barang-barang penting Yosua masih belum diterima keluarga. Samuel kemudian merinci sederet barang milik Yosua yang belum dikembalikan adalah sebagai berikut:
- Buku Rekening dan ATM (BRI, Mandiri, BCA).
- PIN emas penghargaan dari Kapolri.
- Laptop Asus warna Gray.
- Ponsel Samsung S8 Edge Gold.
- Android warna merah.
- Dompet warna hitam.
- Koper Hitam Lis Merah.
- Jam Tangan Expedition.
- Ponsel Iphone 13 Pro Max.
- Tas Sandang.
- Jam Tangan Apple.
- Sepatu.
- Alkitab.
- KTP, SIM dan Identitas lain.
- Beberapa Baju dan Celana.
Namun dari barang-barang itu ada sebagian yang disita penyidik sebagai barang bukti antaranya:
- Ponsel 2 unit iPhone 13 Pro Max Gray
- Uang Rp 62.587.000 Ribu
- Jam tangan G-Shock
- Tas Sandang warna hitam
- Dompet warna cokelat
- 10 kartu member
Samuel berharap barang-barang milik mendiang putranya yang tidak berkaitan dengan proses penyidikan dapat dikembalikan.
"Ya dikembalikanlah, karena mau diapain lagi anak kita sudah meninggal kan, segera kembalikan ke kami orangtua, karena itu hak almarhum termasuk kami ahli waris," katanya.
Berita Terkait
-
Keluarga Brigadir J Resmi Laporkan Ferdy Sambo Cs Terkait Kasus Pencurian, Rp 200 Juta Duit Yosua Hilang
-
Lebih Ringan dari Terdakwa Lainnya, Richard Eliezer Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara
-
Cinta Buta, Fans Ferdy Sambo Rela Ditembak Mati Berdua: Aku Mau Nemenin Dia
-
CEK FAKTA: Muncul Video Persiapan Juru Tembak untuk Eksekusi Mati Ferdy Sambo, Benarkah?
-
Bagaimana Proses Penerapan Hukuman Mati di Indonesia? Ini Lengkapnya
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir
-
NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk
-
Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto
-
Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati