Suara.com - Sidang lanjutan terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang yang digelar di PN Surabaya, pada Selasa (14/2/2023) sempat ricuh. Adapun beberapa oknum Brimob membuat gaduh lantaran berteriak-teriak saat memasuki ruang sidang untuk mengamankan persidangan.
Aksi tersebut diabadikan dan menjadi viral usai diunggah akun YLBHI. Miris, sejumlah oknum begitu lantang “menyemangati” rekan meraka yang saat itu duduk sebagai terdakwa.
YLBHI menilai aksi tersebut ditujukan sebagai bentuk tindakan intimidatif terhadap para Jaksa Penuntut Umun (JPU) yang saat itu masuk berbarengan dengan para terdakwa ke dalam ruang sidang.
Rekaman video amatir tersebut bahkan menunjukkan salah seorang anggota Brimob berteriak sambil cengengesan. Padahal, sidang tersebut sudah memasuki tahap krusial, yakni proses pembuktian dan penuntutan.
YLBHI pun menilai aksi sejumlah anggota Brimob itu sebagai bentuk arogansi dalam upaya mengintimidasi jaksa penuntut umum (JPU) dan majelis hakim.
YLBHI menilai aksi anggota Brimob tersebut hanya untuk mengintimidasi JPU dan Hakim dengan dalih menyemangati terdakwa. Bentuk intimidasi itu juga dinilai tak cuma dalam bentuk verbal, melainkan fisik dengan menyikut.
Berapa gaji Brimob yang oknumnya bikin gaduh di Sidang Tragedi Kanjuruhan
Insiden arogansi para anggota tersebut membuat publik bertanya, berapa gaji anggota Brimob?
Sejatinya Brimob merupakan satuan dari kepolisian dan penggajian tak jauh berbeda dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang juga terbagi dalam 4 golongan.
Gaji anggota Polri sendiri tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2019 tentang Perubahan Keduabelas atas Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Anggota tak hanya menerima gaji pokok tapi juga berbagai tunjangan. Tunjangan tersebut mencakup tunjangan kerja, tunjangan keluarga, tunjangan lauk pauk, tunjangan jabatan, tunjangan khusus wilayah Papua, dan tunjangan wilayah perbatasan. Inilah daftar gaji Brimob.
1. Golongan I (Tamtama)
- Ajun Brigadir Polisi (Abripol) mendapat gaji Rp 1.917.100 hingga Rp 2.960.700.
- Ajun Brigadir Polisi Satu (Abriptu) mendapat gaji Rp 1.858.900 hingga Rp 2.870.900.
- Ajun Brigadir Polisi Dua (Abripda) mendapat gaji Rp 1.802.600 hingga Rp 2.783.900.
- Bhayangkara Kepala (Bharaka) mendapat gaji Rp 1.747.900 hingga Rp 2.699.400.
- Bhayangkara Satu (Bharatu) mendapat gaji Rp 1.694.900 hingga Rp 2.699.400.
- Bayangkara Dua (Bharada) mendapat gaji Rp 1.643.500 hingga Rp 2.538.100.
2. Golongan II (Bintara)
- Ajun Inspektur Satu (Aiptu) mendapat gaji Rp 2.454.000 hingga Rp 4.032.600.
- Ajun Inspektur Dua (Aipda) mendapat gaji Rp 2.379.500 hingga Rp 3.910.300.
- Brigadir Polisi Kepala (Bripka) mendapat gaji Rp 2.307.400 hingga Rp 3.791.700.
- Brigadir mendapat gaji Rp 2.237.400 hingga Rp 3.676.700.
- Brigadir Polisi Satu (Briptu) mendapat gaji Rp 2.169.500 hingga Rp 3.565.200.
- Brigadir Polisi Dua (Bripda) mendapat gaji Rp 2.103.700 hingga Rp 3.457.100.
3. Golongan III (Perwira Pertama atau Pama)
- Ajun Komisaris Polisi (AKP) mendapat gaji Rp 2.909.100 hingga Rp 4.780.600.
- Inspektur Polisi Satu (Iptu) mendapat gaji Rp 2.820.800 hingga Rp 4.635.600.
- Inspektur Polisi Dua (Ipda) mendapat gaji Rp 2.735.300 hingga Rp 4.425.200.
4. Golongan IV (Perwira Menengah dan Perwira Tinggi)
- Perwira Menengah atau Pamen Komisaris Besar (Kombes) mendapat gaji Rp 3.190.700 hingga Rp 5.243.400.
- Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) mendapat gaji Rp 3.093.900 hingga Rp 5.084.300.
- Komisaris Polisi (Kompol) mendapat gaji Rp 3.000.100 hingga Rp 4.930.100.
- Perwira Tinggi atau Pati (jenderal polisi) Jenderal Polisi mendapat gaji Rp 5.238.200 hingga Rp 5.930.800.
- Komisaris Jenderal Polisi (Komjen) mendapat gaji Rp 5.079.300 hingga Rp 5.930.800.
- Inspektur Jenderal Polisi (Irjen) mendapat gaji Rp 3.290.500 hingga Rp 5.576.500.
- Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen) mendapat gaji Rp 3.290.500 hingga Rp 5.407.400.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
Dilema Keselamatan Bharada E Kembali ke Polri, Pakar Hukum: Saya Khawatir Ferdy Sambo Masih Punya Kekuatan
-
Segini Gaji Erick Thohir "Double Job" Jadi Menteri dan Ketua Umum PSSI
-
Klaim Rekomendasi TGIPF Sudah Dijalankan, Mahfud MD: Banyak yang Belum Selesai, Itu Biasa
-
Bikin Gaduh di Sidang Tragedi Kanjuruhan, Apa Sih Tugas Brimob Sebenarnya?
-
Sidang Tragedi Kanjuruhan, Kapolres Sempat Minta Tiket Dikurangi Tapi Panitia Jawab Sudah Terlanjur Terjual
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
6 Skin Tint yang Cocok untuk Kulit Kering dan Dehidrasi, Hasil Makeup Lebih Nyatu
-
Alur Gila 'The Scarecrow': Trauma Lama, Pembunuh Berantai dan Misteri Gelap
-
Jorge Messi Wafat, Lionel Messi Pimpin Prosesi Perpisahan dengan Penjagaan Ketat
-
Kata-kata Ole Romeny Usai Cetak Gol, Pelatih PSV Dibuat Naik Pitam
-
5 Fakta Mengejutkan Temuan 995 Senjata dan CD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
-
Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman
-
7 Negara di Asia yang Merayakan Kemerdekaan pada Bulan Agustus, Tak Cuma Indonesia
-
Spanduk 10 Meter 'Belum Merdeka dari Asap' Bentang di CFD Jembatan Ampera
-
Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga
-
AJI Pekanbaru-GREEN for Riau Initiative Gelar Workshop dan Fellowship