Suara.com - Eks Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara mengartikan senyuman mantan Kapolda Sumatera Barat Teddy Minahasa sebagai penderitaannya. Kalimat itu disampaikan Dody saat dihadirkan sebagai saksi untuk Teddy di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Seni (27/1/2023).
Kalimat itu terlontar ketika Teddy dan Dody terlibat tanya jawab di persidangan. Awalnya, Dody mengaku sudah menolak perintah Teddy sebagai atasannya sebanyak dua kali, lewat pesan WhatsApp pada 17 Mei 2022 dan secara langsung pada 20 Mei 2022.
"Kenapa saya tidak lakukan (laporan) di (ke) atas atasan yang lebih tinggi? Saya takut sama Pak Teddy saat itu. Karena setiap beliau Anev (analisis dan evaluaasi) selalu bilang di depan kami kapolres, PJU, saya ini masih sembilan tahun lagi ya," kata Dody pada keterangannya.
"Kata-kata pimpinan seperti itu sudah menandakan, artinya kalau tidak sesuai dengan apa yang disampaikan itu akan berimbas kepada pribadi masing-masing" lanjutnya.
Teddy mendengar pernyataan itu langsung membantah. Dia mengatakan tidak pernah dan berkeinginan menyusahkan bawahannya.
"Bohong itu Yang Mulia. Saya pensiun itu sisa enam tahun lagi, bukan sembilan tahun, dan saya tidak pernah menzalimi anak buah," tegas Teddy.
Kemudian Teddy bertanya, mengapa Dody tidak pernah cerita kepada ayahnya dan kenalannya di Polda.
Mendapatkan pertanyaan itu, Doddy menjawab tidak berani, karena dia pernah mendengar pernyataan dari istri Teddy, tentang sifat atasannya yang pendendam.
Kemudian Teddy bertanya, apakah saat memberikan perintah, dirinya menodong pistol ke Dody.
Doddy kemudian menjawab bahwa senyuman dari Teddy adalah pesan yang berarti sebagai penderitaannya.
"Saudara terdakwa (Teddy) kalau saya ingat, 'senyumku adalah deritamu'," kata Dody.
Teddy kembali melontarkan pernyataan sama, yang dijawab Dody takut kepada atasannya.
"Tidak perlu seperti itu. Saya lihat bapak saja sudah gemetar Pak," kata Dody.
Tak berhenti, Teddy kembali memberikan pertanyaan, apakah dirinya se-mengerikan itu.
"Tapi (emang) saya seperti genderuwo?" tanya Teddy yang tak dijawab Dody.
Tag
Berita Terkait
-
Tukar Sabu dengan Tawas karena Takut Sosok Irjen Teddy Minahasa yang Pendendam, AKBP Dody: Beliau Mantan Ajudan Wapres, Jenderal Tercepat
-
Fakta Baru Kasus Jendral Polisi Tilap Barbuk Sabu, Mami Linda Akui Punya Hubungan Spesial dengan Irjen Teddy Minahasa
-
Ngaku Ikhlas Terseret Kasus Narkoba, AKPB Doddy Maafkan Eks Atasannya Teddy Minahasa
-
Ketakutan Sosok Irjen Teddy Minahasa, AKPB Dody Ngadu ke Hakim: Beliau Ini Pendendam, Saya Takut!
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733
-
DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!
-
Erupsi Gunung Dukono: 3 Pendaki Masih Hilang, Tim SAR Berpacu dengan Waktu
-
ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan
-
Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi
-
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak
-
Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan
-
Fakta-fakta Pelarian Kiai Ashari Pati, Kabur ke Jakarta hingga Bogor dan Berakhir di Wonogiri