Suara.com - Perkara narkotika yang menjerat eks Kapolda Sumatera Barat, Irjen Teddy Minahasa kembali dipersidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, pada Kamis (2/3/2023).
Dalam persidangan kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan ahli bahasa dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Krisanjaya.
Hakim Ketua Jon Sarman Saragih menayakan beberapa hal terkait bahasa yang membuat perdebatan antara kuasa hukum dengan pihak JPU saat persidangan.
Jon Saragih mencoba menayakan kepada Krisanjaya terkait kata 'Ganti sebagian barang bukti (BB) dengan tawas'. Selama ini kata tersebut diperdebatkan usai Teddy Minahasa berkelit lantaran dalam akhir kalimat terdapat emoji tertawa.
"Tidak ambigu, tidak ada kata lain yang maknanya sama dengan 'Ganti'. Ganti itu jelas," ucap Krisanjaya.
Tidak ada kalimat yang bersifat ambigu, menurut Krisanjaya soal kalimat tukar sabu dengan tawas. Kalimat rersebut merupakan kalimat perintah yang jelas.
"Perintah perbuatannya tidak meragukan Yang Mulia, karena masih 'tukar'," ucap Krisanjaya.
Jon Saragih Kemudian melanjutkan pertanyaannya terkait kata ‘tawas’ yang selama ini diperbincangkan, karena berdasarkan percakapan antara Teddy dan Dody, ternyata bertuliskan ‘trawas’.
Trawas sendiri merupakan sebuah kecamatan yang ada di wilayah Mojokerto, Jawa Timur.
Baca Juga: 3 Kontroversi Linda Selama Sidang Kasus Teddy Minahasa
Krisanjaya menuturkan, dalam konteks kalimat dalam percakapan chat whatsapp tersebut merupakan ‘tukar’. Yang artinya secara konstruksi semantik bahasa Indonesia haruslah benda.
"Benda yang dapat dipertukarkan, maka sebelah kanan kata 'tukar', tidak mungkin sesuatu yang tidak dapat dipertukarkan," jelasnya.
Jon Saragih kemudian juga menayakan tekait Singgalang 1. Hal itu lantaran antara percakapan Teddy Minahasa dengan Dody Prawiranegara terdapat perkataan ‘Jangan lupa Singgalang 1’.
"Kemudian kalau dikatakan, 'Jangan lupa Singgalang 1, apakah ada multitafsir untuk itu?" tanya Jon Saragih.
Krisanjaya menyebut jika arti dari kalimat tersebut merupakan perintah agar tidak lupa. Sementara kata Singgalang 1, dikatakan Krisanjaya, merupakan sandi yang telah dipahami antara komunikator dan komunikan.
"Singgalang 1 dalam analisis saya, di situ adalah sifatnya sandi, diketahui para pihak dalam berkomunikasi," kata Krisanjaya.
Berita Terkait
-
Teddy Minahasa Cecar Ahli Digital Forensik Gegara Tampilkan Chat Tidak Menyeluruh
-
Linda Ngaku Nikah Siri dengan Teddy Minahasa, Kuasa Hukum: kan Beda Agama, Tunjukin Dong Foto Nikahnya
-
Profil Merthy Kushandayani, Istri Sah Teddy Minahasa yang Dibandingkan dengan Linda Anita Cepu
-
3 Kontroversi Linda Selama Sidang Kasus Teddy Minahasa
-
Hotman Paris Nilai Bukti Chat Teddy Minahasa dalam Kasus Sabu Cacat Hukum
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka