Keduanya dekat dengan Segmen Kumering Utara dan Selatan serta Semangko Barat dan Timur yang mengarah ke Barat Laut-Tenggara hingga Teluk Semangko. Zona ini pun tak jauh dari sesar aktif, yakni Semangko Graben dan Ujung Kulon .
Lalu, gempa dahsyat juga diakibatkan oleh adanya aktivitas multi segmen dari sesar aktif yang kemungkinan terjadi Kota Banda Aceh. Sebab disana ada Segmen Aceh dan Seulimeum berdekatan dengan jalur sesar aktif, Batee hingga Pidie Jaya.
4. PUPR Kirim Tim ke Turki
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkap bahwa ada tim yang akan dikirim ke Turki. Adapun tujuannya untuk mempelajari konstruksi bangunan di sana yang hancur akibat gempa dahsyat.
"Kami dari Kementerian PUPR dan Persatuan Insinyur Indonesia akan mengirim tim ke Turki. Bukan untuk bantuan kemanusiaan, tapi untuk mempelajari keruntuhan gedung di sana," ujar Basuki dalam Rakornas BNPB di Arena JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (2/3/2023).
Hal tersebut menurutnya perlu dilakukan agar bangunan-bangunan di Indonesia tidak mengalami kerusakan parah saat gempa. Terlebih, reruntuhan itu dapat mengakibatkan banyak korban jiwa yang sebelumnya tertimbun.
5. Langkah Pemerintah Mencegah Kerusakan Akibat Gempa
Dalam kesempatan yang sama, Basuki juga menuturkan bahwa pihaknya tengah berupaya untuk meningkatkan ketahanan konstruksi bangunan di berbagai kota besar dan kawasan yang rawan gempa. Ia pun menjelaskan langkah-langkahnya.
Pertama, perlu dilakukan evaluasi audit secara berkala terkait ketahanan konstruksi atas guncangan gempa. Lalu, memperkuat konstruksi pada bangunan yang belum memenuhi standar tahan gempa. Adapun penerapannya dilakukan melalui persetujuan dari para pemilik gedung.
Baca Juga: Kemenag Salurkan Bantuan Rp13,2 Miliar untuk 64 Madrasah di Cianjur yang Terdampak Gempa Bumi
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Terbitkan Permenaker Baru, Berikut Beleid Teranyar tentang Jaminan Sosial Pekerja Migran Indonesia
-
Salurkan Bantuan ke Madrasah Terdampak Gempa Cianjur, Puan Maharani Soroti Kebutuhan Guru
-
Abah Aos Angkat Sultan Kacirebonan IX Pangeran Raja Abdul Ghani Natadiningrat Jadi Petani Pohon Anti-Gempa
-
PDIP Gaungkan Pesan Megawati Soal Mitigasi Gempa Bumi: Bencana Bisa Mematikan Peradaban
-
Ungkap Wilayah Indonesia yang Berpeluang Gempa Seperti di Turki, Kepala BMKG: Ini Bukan untuk Menakuti
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!