Suara.com - Tindakan penyerangan dan ancaman pembunuhan yang dialami band Radja usai konser di Malaysia menimbulkan rasa trauma bagi para personilnya. Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pereira menilai sudah menjadi kewajiban perwakilan negara di sana untuk memberikan perlindungan apalagi ketika ada warga negara yang mendapatkan perlakuan tidak baik.
Bukan hanya di Malaysia, Andreas menekankan kewajiban itu harus dilakukan oleh KBRI di negara manapun.
"Bukan perlu, tetapi memang kewajiban perwakilan RI diluar negeri untuk melindungi WN Indonesia yang berada di wilayah negara dimana perwakilan tersebut berada," kata Andreas saat dihubungi Suara.com, Selasa (14/3/2023).
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X Dede Yusuf Macan Effendy menyayangkan atas adanya kejadian penyerangan hingga ancaman pembunuhan yang dialami oleh Radja tersebut. Padahal Radja tampil atas undangan yang diberikan oleh penyelenggara acara Tourism Majestic Johor.
"Masa ada perlakuan semena-mena terhadap pekerja artis yang datang juga atas undangan resmi tourism board," ujar Dede Yusuf saat dihubungi.
Dalam kesempatan yang sama, Dede Yusuf mendesak agar kasus penyerangan dan ancaman pembunuhan diusut oleh pemerintah setempat.
"Saya minta kasus ini diusut dan diberikan teguran keras kepada pemerintah negara bagian Sarawak (kalau tidak salah) atau kalau perlu kasih red notice untuk entertainer manggung di Malaysia," pintanya.
Kronologi
Melansir The Star, Radja baru saja menggelar konsernya di Stadion Indoor Larkin Arena pada Sabtu (11/3/2023) sekitar pukul 23.15 waktu setempat.
Baca Juga: Band Radja Diancam Dibunuh di Malaysia, Komisi X DPR RI Senggol Kedubes Soal Perlindungan Seniman
Kemudian, Ian Kasela selaku vokalis menerangkan sempat ada kesalahpahaman terjadi antara pihak Radja dan penyelenggara acara.
Hal tersebut yang menyebabkan adanya penghinaan dan ancaman pembunuhan terhadap Radja.
Ian Kasela dan kolega awalnya dituding tidak menghormati pihak-pihak yang mengundang mereka tampil di acara tersebut.
"Mereka hanya mengatakan bahwa kami tidak menghargai mereka yang mengundang gara-gara menolak berfoto dan bertemu penggemar," kata Ian Kasela.
Pihak kepolisian setempat membenarkan kalau Radja melaporkan ancaman tersebut pada Minggu (12/3/2023) pagi. Atas adanya laporan tersebut, Kepala Polisi Johor Datuk Kamarul Zaman Mamat mengungkapkan pihaknya sudah meminta keterangan dari Radja.
Selain itu, mereka juga tengah mencari orang-orang yang melakukan ancaman pembunuhan tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Band Radja Trauma Gegara Disekap hingga Diancam Mau Dibunuh usai Manggung di Malaysia, Ian Kasela: Mental Kita Terganggu
-
Band Radja Dibuat Trauma Manggung di Malaysia, Dede Yusuf Macan Effendy Tegas Kasih Travel Warning Buat Seniman
-
Manggung di Malaysia Ian Kasela Panik Dapat Ancaman Pembunuhan, Tindakan Apa yang Sebaiknya Dilakukan?
-
Radja Band Trauma Manggung di Malaysia Gegara Ancaman Pembunuhan, Komisi X DPR RI: Kalau Perlu Kasih Travel Warning
-
Band Radja Diancam Dibunuh di Malaysia, Komisi X DPR RI Senggol Kedubes Soal Perlindungan Seniman
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?