Suara.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memerintahkan kepada seluruh anggota Polri untuk terus bekerja dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat serta harus memberantas tindak kejahatan.
Instruksi itu disampaikan oleh Kapolri saat meresmikan Asrama Brimob di Kalimantan Barat. Listyo Sigit juga berterima kasih kepada masyarakat Kalimantan Barat dan pemerintah daerah setempat atas kepedulian mereka mewujudkan pembangunan asrama Brimob tersebut.
"Saya perintahkan anggota untuk bekerja dengan baik tanpa kenal lelah dan buktikan bahwa Polri semua bisa menjadi pelayan publik. Ini harus dilakukan karena masyarakat sampai saat ini masih sangat sayang kepada Polri semua," kata Sigit dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (19/3/2023).
Selain itu, Listyo Sigit juga menginstruksikan seluruh anggota Polri untuk mendukung kebijakan pemerintah, terutama perkembangan kawasan ekonomi khusus.
"Dan mendukung kebijakan Pemerintah ke depan terkait perkembangan kawasan ekonomi khusus dan industri khusus, mendukung IKN," lanjut Kapolri.
Hadir dalam peresmian Asrama Brimob Polda Kalimantan Barat, Kapolda Kalbar, pangdam XII/Tanjungpura, sekretaris daerah Provinsi Kalbar, serta tamu undangan lainnya.
Menurut Listyo Sigit, lokasi asrama tersebut berada dekat dengan sungai dan belum pernah direnovasi. Atas inisiatif dan kepedulian Pemprov Kalbar beserta jajaran Polda Kalbar, maka semua tergerak untuk melakukan perbaikan dan pembangunan.
"Alhamdulillah direncanakan akan diselesaikan 266 unit rumah dinas, tentunya beserta isinya yang dilakukan secara bertahap," tambahnya.
Tahap awal renovasi dan pembangunan asrama telah terbangun pada blok B yang progresnya telah mencapai 87 persen.
Baca Juga: Sesuai Instruksi Jokowi, Kapolri Listyo Sigit Usut Penyelundupan Pakaian Bekas Impor
Sigit mengatakan pembangunan tersebut merupakan wujud kepedulian dan perhatian masyarakat kepada Polri, khususnya pada Satuan Brimob Polda Kalimantan Barat. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Sesuai Instruksi Jokowi, Kapolri Listyo Sigit Usut Penyelundupan Pakaian Bekas Impor
-
Benarkah Presiden Jokowi Pecat Kapolri Jenderal Listyo Sigit?
-
Tegas! Kapolri Ingin Polisi yang Terlibat Calo Seleksi Bintara Dipecat dan Dipidana
-
5 Oknum Polisi di Vonis Ringan Atas Calo Bintara, Kapolri: Pecat atau Penjara!
-
Belasan Anggota TNI-Polri Terjaring Razia di Tempat Hiburan Malam: 7 Orang Terindikasi Narkoba
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi
-
Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa
-
Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!
-
iPhone XS Bekas Koruptor Laku Rp34 Juta, KPK Jamin Data Sudah Factory Reset
-
Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar
-
Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran
-
Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'
-
Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung
-
KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai
-
Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI