Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan tak pernah luput dari sederet kontroversi sepanjang perjalanan kariernya. Adapun politisi dari Partai PDI Perjuangan ini kerap dihadapkan dengan berbagai polemik pelik yang ia tuai.
Terbaru, Arteria bersitegang dengan sosok Menko Polhukam Mahfud MD di kala rapat terkait isu pencucian uang yang baru-baru ini menjadi isu besar nasional berkaitan dengan transaksi janggal di lingkup Kementerian Keuangan.
Berikut sederet kontroversi yang pernah dituai oleh Arteria Dahlan.
Debat dengan Prof Emil dan sebut sesat
Mahfud MD bukan satu-satunya akademisi yang pernah berdebat panas dengan Arteria Dahlan.
Sebab pada 2019 lalu, Arteria memicu amarah publik usai berdebat dengan sosok akademisi ekonom Emil Salim. Debat panas tersebut terjadi di program Mata Najwa episode Ragu-ragu Perpu. Dalam unggahan di akun Twitter @TRANS7, Kamis (10/10/2019).
Keduanya panas membahas tentang operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK.
Sikap Arteria menjadi sorotan lantaran dirinya membentak Emil yang lebih tua darinya. Tak tanggung-tanggung, Arteria menyebut Emil sesat atas pendapatnya yang berbeda dengan Arteria.
"Mana Prof? Saya di DPR, Prof. Enggak boleh begitu Prof. Saya yang di DPR, saya yang tahu, Prof? Mana? Prof sesat! Ini namanya sesat!" kata Arteria, menggunakan nada tinggi.
Baca Juga: Bawa-bawa Azab, Omongan Arteria Dahlan ke Mahfud MD Ramai Dihujat: Gak Punya Adab Bicara Azab
Gelut dengan perempuan di Bandara Soetta
Sikap berapi-api Arteria juga ia tunjukkan ke seorang perempuan yang ia temui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Kali ini, Arteria yang menjadi 'korban' amukan lawan bicaranya yang bahkan sampai menghina ibundanya.
Perempuan tersebut menyebut ibu Arteria dengan hinaan gila dan mengaku bahwa dirinya adalah anak dari Jenderal Bintang Tiga.
Kasus cekcok tersebut berujung pada saling lapor antara Arteria dan perempuan tersebut.
Pakai plat nomor khusus
Berita Terkait
-
Bawa-bawa Azab, Omongan Arteria Dahlan ke Mahfud MD Ramai Dihujat: Gak Punya Adab Bicara Azab
-
Viral Sebut Urusan UU Lobi Ketum Parpol, Harta Kekayaan Bambang Pacul Capai Rp4,7 M
-
Kapolri Tunjuk Komjen Nana Sudjana jadi Inspektorat Utama di DPR RI
-
CEK FAKTA: Ngamuk di Gedung DPR, Mahfud MD Beberkan Nama Pelaku Kasus Korupsi Rp 349 Triliun?
-
Rekam Jejak Bambang Pacul, Viral Usai Sebut Urusan UU Lobi ke Ketum Parpol
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus
-
Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak