Suara.com - Partai Demokrat kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak ada kaitannya lagi dengan Anas Urbaningrum.
Hal itu berkaitan dengan pernyataan Anas yang menyinggung terkait skenario besar usai dirinya bebas dari Lapas Sukamiskin, Selasa (11/4/2023) lalu.
Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzakuy Mahendra Putra mengatakan bahwa tidak tepat untuk mengaitkan Demokrat dengan Anas lagi karena sudah tidak memiliki hubungan.
"Kalau mengaitkan atau membenturkan Mas Anas dengan Mas AHY atau dengan Demokrat, enggak ada hubungan," ujar Herzaky.
Ia menilai Anas lebih baik menanyakannya kepada Abraham Samad selaku ketua Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK) pada masa itu. Pasalnya, Anas ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek Hambalang pada era Abraham Samad, yakni 2010-2012.
Anas Urbaningrum diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan divonis kurang lebih delapan tahun penjara. Anas lalu mengajukan banding dan mendapatkan keringanan hukuman
Namun, saat itu KPK mengajukan kasasi atas putusan pengurangan vonis. Hukuman mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu justru diperberat menjadi 14 tahun penjara.
"Karena yang menghukum beliau itu KPK, kemudian ada podcast dari Abraham Samad, ada bang Bambang Widjojanto, Novel Baswedan yang itu mengcounter Mas Anas. Jadi, tidak tepat ditanyakan ke Demokrat, tanyakan lebih tepat ke Abraham Samad, bang BW, Novel," tegas Herzaky.
Menurutnya, tak tepat jika Anas juga dikaitkan dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal itu karena ia mengaku Demokrat justru sebagai pihak yang dirugikan karena kasus korupsi itu.
Baca Juga: Momen Anas Urbaningrum Sungkem ke Ibunda, Netizen Justru Ingatkan Hal Ini
"Intinya kalau bicara Mas Anas tidak ada kaitan dengan AHY, SBY, dan Demokrat. Jadi, jangan dibenturkan, karena yang kami tahu ada permasalahan itu dengan KPK," lanjutnya.
"Kami jelas dengan kasus yang terjadi dulu itu sangat dirugikan. Jadi, tidak mungkin kami menjadi otak dari yang begitu," pungkas Herzaky.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
Momen Anas Urbaningrum Sungkem ke Ibunda, Netizen Justru Ingatkan Hal Ini
-
Suami Ditanya Soal Anas Urbaningrum, Muka Panik Annisa Pohan Disorot
-
CEK FAKTA: Amarah Anas Membludak Gemparkan Satu Indonesia, sampai 7 Turunan Tak Menerima Maaf AHY, Benarkah?
-
Duh! AHY Terlihat Mojok Sendirian di Toko Kecantikan, Publik: Gak Ada yang Ngerumunin?
-
CEK FAKTA: Otak Utama yang Jebloskan Anas Urbaningrum ke Penjara Terbongkar, Ternyata SBY Dalangnya?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja