Suara.com - Beredar kabar bahwa salah satu terpidana kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, Putri Candrawathi, telah menghembuskan napas terakhir di dalam penjara.
Kabar itu dibagikan oleh akun YouTube bernama Benang Merah pada Kamis, 13 April 2023. Hingga berita ini dipublikasikan, video itu sudah mendapatkan atensi besar dari warganet dengan sedikitnya disaksikan 15 ribu kali.
Dalam narasinya, akun tersebut menyebut bahwa tangis pihak keluarga pecah setelah mendapatkan kabar Putri Candrawathi meninggal dunia di balik jeruji besi.
Sementara dalam sampul video atau thumbnail, terlihat ada foto peti mati yang seolah menunjukkan suasana duka. Ada pula foto Presiden Jokowi yang sedang berdoa dalam thumbnail tersebut.
Adapun narasi yang dibagikan sebagai berikut ini:
“Isak Tangis Keluarga Pecah, Putri C Menghembuskan Nafas Terakhir di Penjara”.
Lantas benarkah narasi dengan klaim tersebut?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, kabar istri Ferdy Sambo meninggal dunia saat menjalani masa tahanan adalah tidak benar.
Baca Juga: Cek Fakta: Detik-Detik Pesulap Merah Dibuang ke Sungai karena Berani Serang Ida Dayak, Benarkah?
Faktanya, isi video yang berdurasi 8 menit 13 detik itu sama sekali tidak membahas mengenai kabar duka. Sebaliknya, video itu berisi tentang penolakan hakim atas banding yang diajukan Putri Candrawathi.
Melalui putusan Pengadilan Tinggi Jakarta, hakim menolak banding Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Artinya, Putri tetap harus menjalani vonis hukumannya selama 20 tahun penjara.
Selain itu hingga berita ini dipublikasikan, tidak ada informasi kredibel yang mengabarkan bahwa Putri Candrawathi meninggal dunia.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, maka narasi terpidana kasus pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi telah meninggal dunia di bui adalah kabar hoaks.
Kabar dengan narasi tersebut masuk ke dalam kategori informasi yang salah.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Detik-Detik Pesulap Merah Dibuang ke Sungai karena Berani Serang Ida Dayak, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Putusan Banding Ferdy Sambo Ditolak Membuat sang Anak Berontak dan Tabiatnya Dibongkar Eliezer?
-
Cek Fakta: Dapat Syafaat Lailatul Qodar, Eks Bek Manchester City Setuju Gabung Timnas Indonesia, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Pecah Tangisan Istri Ricky Rizal, Nekat Temui Jenderal Setelah Banding Ferdy Sambo Ditolak?
-
Cek Fakta: FIFA Resmi Kembalikan Status Tuan Rumah Indonesia di Piala Dunia U-20 2023, Israel Dibolehkan Bermain?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'