News / Nasional
Rabu, 26 April 2023 | 12:27 WIB
Ilustrasi Puasa - Kapan Mulai Puasa Qadha Ramadhan? (freepik)

8. Mengalami kelaparan dan haus dahaga yang dapat membahayakan kesehatannya sendiri 

9. Orang yang bermusafir 

10. Murtad. 

Niat dan Tata Cara Puasa Qadha Ramadhan 

Tata cara puasa qadha Ramadhan sebenarnya sama dengan puasa lainnya, hanya saja yang membedakannya adalah niat yang dibaca. Berikut adalah niat dan tata cara puasa qadha Ramadhan: 

1. Membaca niat puasa qadha Ramadhan 

Niat untuk mengerjakan puasa qadha tidak jauh berbeda dengan puasa Ramadhan. Niat bisa dibaca antara waktu maghrib sampai sebelum adzan subuh. Adapun perbedaan antara niat puasa Ramadan dengan puasa qadha Ramadhan ialah ada pada lafalnya. 

Berikut ini adalah niat puasa qadha Ramadhan: 

Nawaitu shauma ghadin 'an qadha'I fardhi syahri Ramadhana lillahi ta'ala. 

Baca Juga: Bolehkah Puasa Syawal Digabung Puasa Qadha Ramadhan? Ini Penjelasan Para Ulama

Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT." 

2. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa 

3. Mengerjakan ibadah wajib dan sunnah 

4. Menyegerakan untuk berbuka puasa. 

Panduan Puasa Qadha Ramadhan 

1.  Menyegerakan waktu qadha puasa, sebaiknya segera dilakukan setelah bulan Ramadhan hingga akhir bulan Sya'ban 

2. Boleh mengganti puasa Ramadhan dengan cara berturut-turut ataupun secara terpisah 

Adapun perintah ini sesuai dengan hadist, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: 

"Qadha puasa Ramadan itu jika ia berkehenda, maka boleh melakukan secara terpisah. Dan, jika ia berkehendak, maka ia boleh juga melakukan secara berurutan." (HR. Daruquthni, dari Ibnu Umar) 

3. Haram hukumnya bagi seseorang yang sengaja menunda qadha puasa Ramadhan di tahun lalu hingga bertemu dengan bulan Ramadhan berikutnya. Maka orang tersebut akan berdosa. 

4. Jika seseorang benar-benar tidak mampu untuk mengganti puasa Ramadhan, maka ia tidak berdosa, dan dianjurkan untuk mengganti puasanya di lain hari. 

5. Orang yang meninggal dunia dan belum sempat mengganti puasa Ramadhannya, padahal sebenarnya ia mampu, maka ahli warisnya wajib untuk membayar utang itu. 

Pihak yang sangat bertanggung jawab atas tunghakan puasa orang itu ialah anggota keluarganya. Namun, qadha puasa Ramadan bagi orang yang telah meninggal bisa diganti dengan fidyah. Yakni, dengan memberi 0,6 kg bahan makanan pokok kepada orang-orang miskin untuk setiap hari puasa yang telah ditinggalkannya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW, 

"Siapa saja meninggal dunia dan mempunyai kewajiban puasa, maka dapat digantikan dengan memberi makan kepada seorang miskin pada hari yang ditinggalkannya." (HR. Tirmidzi, dari Ibnu Umar) 

Nah demikianlah informasi mengenai kapan mulai puasa qadha Ramadhan? Bagi Anda yang mampu dan sempat, sebaiknya jangan menunda untuk mengqadha puasa Ramadhan.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Load More