Suara.com - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin menjelaskan bahwa atlat para-tenis meja Dian David Mickael Jacobs sempat beraktivitas di Stasiun Gambir sebelum ditemukan tak sadarkan diri di pinggir rel antara Stasiun Gambir dan Stasiun Juanda.
Komarudin menjelaskan kronologi aktivitas David Jacobs sebelum ditemukan tak sadarkan diri pada Kamis (27/4/2023) malam dan meninggal dunia pada Jumat dini hari.
"Korban terlihat memasuki Stasiun Gambir pukul 20.12 (Kamis malam), kemudian berada di Stasiun Gambir sampai pukul 20.28. Dari pukul 20.12 sampai 20.28 korban terpantau beraktivitas ada di Gambir mulai dari check in sampai dengan ada di peron," kata Komarudin saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (28/4/2023).
Dilihat dari lini masa, lanjut Komarudin, alat komunikasi yang ada pada David menunjukkan pukul 20.20 WIB, ia sudah berada pada posisi saat ditemukan.
Waktu itu hanya berjarak dua menit dari Stasiun Gambir hingga ke lokasi tempat David Jacobs ditemukan.
"Hanya jarak dua menit dari Gambir ke TKP, itu jaraknya 700 meter. Kalau jalan kaki enggak mungkin," ujarnya.
Selain itu, pihak kepolisian menemukan fakta lain. Pada saat bersamaan, sedang melintas kereta api tambahan dari Surabaya yang berhenti di Stasiun Gambir. Kereta itu kemudian menuju Stasiun Kota untuk persiapan dibersihkan.
Namun, polisi masih terus mendalami penyebab kematian atlet perah medali perunggu Palimpiade 2012 di London dan 2020 di Tokyo tersebut.
Sementara itu, jenazah David sudah dipindahkan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk keperluan autopsi.
Baca Juga: Mengenang David Jacobs, Atlet Para Tenis Meja yang Meninggal Dunia
"Ini masih terus kami dalami. Saat ini korban sudah kita pindahkan ke RSCM untuk pelaksanaan autopsi," jelasnya.
Sejauh ini, hasil visum luar yang ditemukan di tubuh korban hanya luka pada bagian kepala.
Dalam keterangan sebelumnya, petugas menemukan handphone David dan pemesanan tiket pada aplikasi KAI Access keberangkatan KA Argo Lawu tujuan Gambir-Solo tanggal 27 April 2023.
Kereta tersebut dijadwalkan berangkat dari Gambir pukul 20.45 WIB dan tiba di Solo pukul 03.49 WIB. David diketahui juga sudah melakukan boarding. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Harumkan Nama Indonesia, PP PTMSI Nilai David Jacobs Layak Dimakamkan di TMP Kalibata
-
Mengenang David Jacobs, Atlet Para Tenis Meja yang Meninggal Dunia
-
Atlet Tenis Meja David Jacobs Meninggal Dunia Ditemukan Tergeletak Koma di Stasiun
-
Dikenal Sebagai Atlet dengan Segudang Prestasi yang Rendah Hati, David Jacobs Jadi Role Model Atlet Junior
-
Kronologi Kematian Mendadak David Jacobs: Pingsan di Pinggir Rel Kereta, Polisi Sebut Tak Lazim
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel