- Warga Iran nekat turun ke jalan pada Hari Al-Quds demi Palestina, meski negaranya tengah digempur serangan udara AS-Israel.
- Serangan udara sengaja menargetkan pemukiman dekat lokasi demo untuk mengintimidasi, namun massa justru makin bersemangat meneriakkan perlawanan.
- Rakyat Iran menganggap risiko tewas sebagai martir dalam aksi ini sebagai lencana kehormatan dan bukti patriotisme melawan penindasan.
Suara.com - Ratusan ribu Warga Iran dilaporkan membanjiri jalanan untuk memperingati Hari Al-Quds Internasional demi menyuarakan dukungan bagi Kemerdekaan Palestina.
Menyitat Tasnim News, Sabtu (14/3/2026), aksi unjuk rasa patriotik ini digelar di tengah gempuran Serangan AS-Israel yang secara brutal menargetkan kawasan pemukiman penduduk.
Alih-alih merasa terintimidasi, massa yang tak kenal takut justru semakin bersemangat melanjutkan aksi unjuk rasa sambil meneriakkan yel-yel perlawanan.
Serangan udara AS-Israel ini diluncurkan dengan tujuan untuk mengganggu persatuan dan meruntuhkan tekad rakyat yang telah lama menentang agresi imperialis.
Namun, rakyat Iran terlihat sama sekali tidak gentar dan justru melanjutkan demonstrasi mereka dengan turun ke jalan-jalan kota.
Tasnim News mengklaim bahwa warga Iran bahkan menganggap risiko gugur sebagai martir akibat serangan udara musuh sebagai sebuah lencana kehormatan dalam perjuangan patriotik melawan penindasan.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah pasti korban dari serangan udara keji rezim Zionis terhadap Iran masih belum diungkapkan ke publik secara resmi.
Penundaan rilis data korban ini menggarisbawahi upaya AS-Israel untuk menyembunyikan sepenuhnya tingkat kejahatan mereka terhadap warga sipil tak berdosa.
Dalam iring-iringan di jalan itu, massa dengan lantang meneriakkan "Mati untuk Amerika" dan "Mati untuk Israel".
Baca Juga: Ancaman Trump ke Iran di Piala Dunia 2026 Disorot, Jurnalis Uruguay Ungkit Kasus Indonesia
Berita Terkait
-
AS Serang Jantung Ekonomi Iran di Pulau Kharg, Harga Minyak Capai 150 dolar AS per Barel?
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Pecah Kongsi! AS Beri Waktu Seminggu ke Israel Selesaikan Perang Lawan Iran
-
Krisis Landa Banyak Negara, Prabowo: Rakyat Harus Tenang, Kita Masih Punya Kekuatan dan Kemampuan
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK
-
Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa