Suara.com - Seorang pria Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) bernama Karim (26), ngumpet di atas pohon saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan operasi penyakit masyarakat (Pekat) di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (4/5/2023).
Kasatpol PP Kebayoran Lama, Dian Citra, mengatakan peristiwa itu bermula saat pihaknya sedang melakukan operasi antisipasi pelanggaran.
Saat melintas antara Jalan Tentara Pelajar dan Simprug, kata Citra, pihaknya menemukan seorang pasangan suami istri (Pasutri) yang kerjanya mengumpulkan barang bekas.
“Sekitar rentang Jalan Tentara Pelajar sama Simprug itu ketemulah kita manusia karung. Dua orang, suami-istri,” kata Citra saat dikonfirmasi, Kamis.
Usai melakukan tindakan terhadap pasutri tersebut, kata Citra, pihaknya melakukan penyusuran di sekitar lokasi. Tidak jauh dari lokasi, ternyata ditemukan Karim yang sedang bersembunyi di atas pohon.
“Gak jauh dari situ, kita sisir juga. Kita sterilin itu wilayah. Ternyata di atas pohon ada yang masih nangkring karena ketakutan,” ucap Citra.
Citra menduga orang tersbut merupakan pendatang baru di Jakarta dan belum memiliki rumah dan pekerjaan.
“Dan dia kayaknya pendatang baru, ke Jakarta gak punya rumah, gak punya apa-apa, ngakunya orang Brebes ngontrak di Setiabudi,” kata Citra.
Setelahnya, Karim diserahkan ke Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, untuk selanjutnya diserahkan ke Panti Bina Insani Kedoya.
Baca Juga: Bermasalah Soal Perizinan, Satpol-PP DIY Segel Lima Objek Bangunan di Atas Tanah Kas Desa
“Akan ditaruh biasanya di panti bina insani Kedoya.”
Berita Terkait
-
Satpol PP Garut Lakukan Tindak Kekerasan Terhadap Anggota SAPMA PP, Desak Bupati Turun Tangan
-
Meresahkan! Pengamen di Tulungagung Gores Body Mobil dan Buka Paksa Pintu untuk Minta Uang
-
Apresiasi Penindakan Hunian di Atas Tanah Kas Desa, REI DIY: Mengganggu Ekosistem
-
Segera Tindaklanjuti, Satpol PP DIY Deteksi Puluhan Penyalahgunaan Tanah Kas Desa Hanya di Satu Kalurahan
-
Baliho Jelang Pemilu 2024, Kasatpol PP Bali: Jangan Sampai Ganggu Keindahan Kota
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden
-
Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM
-
Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat
-
Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar
-
Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan
-
Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat
-
Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare
-
Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora
-
3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?
-
Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!