News / Nasional
Jum'at, 05 Mei 2023 | 15:25 WIB
Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri bersama Gubernur Bali Wayan Koster. (ist/dok. PDIP)

Suara.com - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyoroti ulah turis asing nakal di Bali yang bertindak melakukan pelanggaran. Ia mengaku geram dengan ulah-ulah turis asing tersebut.

Hal itu disampaikan Megawati saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru yang diselenggarakan Pemprov Bali di The Trans Resort Bali, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (5/5/2023).

Ketua DPP Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) tersebut awalnya menyinggung soal kejadian viral ulah turis asing yang terjadi saat hari perayaan Nyepi di Bali.

"Viral, ketika Nyepi, orang asing seenaknya, dipikir, mereka siapa? Dari halus sampai marah-marah. Sombong sekali, ya. Bukan saya alergi asing, ya," kata Megawati.

Megawati menceritakan dalam kejadian viral tersebut nampak turis asing telah bertingkah laku buruk. Terlebih dilakukan di mana warga Bali tengah melakukan perayaan Nyepi.

Bule tantang pecalang di Bali (Twitter via Miss Tweet)

Menurutnya, turis asing tersebut bertindak tidak sopan mengenakan pakaian renang dan membuat tenda di pinggir pantai.

Polisi adat yang menjaga warga saat perayaan Nyepi, yaitu pecalang, lantas memberikan teguran terhadap turis asing tersebut. Megawati mengatakan, bukannya lantas memahami setelah ditegur, turis asing tersebut malah melawan pecalang.

"Ya, kan ditegur sama berapa, 3 orang pecalang, jangan berpakaian seperti itu kan lagi suasana Nyepi gitu. Ngamuk-ngamuk, eh, kalau saya terus, saya suka mikir begitu," tuturnya.

"Kalau saya depan dia, saya sudah mikirnya 'tabok tabok' suruh si pecalang, tapi pecalang kita kan baik-baik, iya gitu sabar," sambungnya.

Baca Juga: Beberkan Isi Pertemuan Jokowi dengan Ketum Parpol di Istana, Megawati: Nggak Ada Bicara Politik

Lebih lanjut, Megawati berharap agar para turis asing setidaknya bisa menghormati aturan yang ada di negara orang.

"Enak saja, negara siapa ini, naik motor begitu di kafe mabuk-mabuk, berhenti," ujarnya.

Atas dasar itu, Megawati mengingatkan soal pentingnya pembangunan 100 tahun Bali ke depannya. Ia turut mewanti-wanti kepada Gubernur Baku Wayan Koster agar Bali tak bernasib sama seperti Hawaii.

"Makanya, 'nggak bisa Koster', kamu mesti jabarkan ide 100 Bali ke depan mau diapakan. Banyak orang pintar, suruh ngomong. Nanti Apa yang diperlukan saya bantu. Saya nggak bisa nerima, apa kalau kalian orang Bali, saya yang seperapat (berdarah Bali) aja (tidak seperti itu), orang asing kayak itu," pungkasnya.

Load More