Suara.com - Seorang guru di Pangandaran bernama Husein Ali mengaku diancam usai melaporkan kasus dugaan pungutan liar atau pungli. Usai kejadian itu, Husein memutuskan untuk mengundurkan diri dari statusnya sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Dalam video selama 30 detik yang viral di media sosial, Husein menjelaskan alasannya mengundurkan diri. Kasus itu lantas menuai atensi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Husein lalu dipanggil Ridwan Kamil ke Gedung Sate pada Rabu (10/5/2023).
Hasil pertemuan keduanya pun diungkap oleh Ridwan Kamil pada Kamis, (11/5/2023) kemarin. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi dan apa hasil pertemuan keduanya? Simak inilah selengkapnya.
Duduk perkara kasus pengunduran diri Husein ini bermula ketika Husein diketahui baru diangkat menjadi ASN dan mengikuti latihan dasar (latsar) sebagai syarat menjadi ASN selama dua minggu.
Pada saat latsar itu lah, Husein mengaku dirinya menjadi korban pungli yang dilakukan oleh pegawai Pemkab Pangandaran. Husein mengungkapkan dirinya dimintai uang tanpa alasan yang jelas. Merasa ada yang janggal, Husein pun melaporkan adanya dugaan pungli ini ke www.lapor.go.id.
Namun, Husein tak menyangka bahwa laporannya ini diproses dan membuatnya diintimidasi oleh atasannya. Tak hanya itu, ia pun diancam akan dipecat jika tak mencabut laporannya.
Husein yang merasa benar sempat membela diri, namun akhirnya merasa tidak tahan dengan ancaman sang atasan hingga memutuskan untuk mengundurkan diri. Tercatat, Husein sudah mengajukan surat pengunduran diri sejak Februari 2023 lalu namun hingga videonya viral, pengunduran diri Husein tak juga digubris oleh pihak Pemkab Pangandaran.
Akhirnya, Husein memilih bercerita soal keluh kesahnya atas intimidasi yang ia terima usai melaporkan pungli ke media sosial. Hal ini pun mendapat perhatian publik. Banyak warganet yang ikut menandai Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di unggahan video TikTok milik Husein.
Tak pelak, hal ini pun mengundang reaksi dari Kepala BKPSDM Kabupaten Pangandaran, Dani Hamdani yang malah menyalahkan Husein karena Husein yang awalnya tidak ingin menjadi ASN. Tuduhan ini pun semakin menjadi-jadi saat Dani menyebut bahwa Husein sebenarnya tidak layak menjadi ASN karena hasil tes kejiwaannya yang buruk.
Baca Juga: Kepala BKPSDM Pangandaran Akhirnya Dinonaktifkan, Husein Ali Rafsanjani Akan Kembali Mengajar
Hal ini langsung diketahui oleh Ridwan Kamil dan meminta Husein untuk datang ke Gedung Sate demi mendalami kasus ini. Pasca kedatangan Husein ke Gedung Sate, Gubernur Jawa Barat ini mengumumkan hasil diskusi mereka pada Kamis, (11/05/2023).
Ridwan Kamil pun secara tegas menentang tindakan atasan Husein ini. Secara gamblang, Ridwan Kamil pun memberikan surat rekomendasi kepada Bupati Pangandaran untuk mencopot Dani Hamdani dari jabatannya sebagai Kepala BKPSDM Pangandaran.
Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengungkap bahwa Dani Hamdani dianggap tidak kompeten dalam melaksanakan tugasnya karena malah mengancam bawahannya dengan pemecatan.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Giliran Harta Kepala BKPSDM Pangandaran yang Dihitung Netizen, Nilainya Rp5 Miliar dari Gaji Rp3 Juta
-
Bertemu Ridwan Kamil dan Bupati Pangandaran, Sekolah Guru yang Bongkar Pungli Masih Diintimidasi
-
Kepala BKPSDM Pangandaran Akhirnya Dinonaktifkan, Husein Ali Rafsanjani Akan Kembali Mengajar
-
Pemkab Kayong Utara Beberkan Penyebab Tersendatnya TPP Guru ASN, Katanya Begini
-
Terpaut Beda Usia 26 Tahun, Jamilah Guru Berstatus Janda Terima Cinta Sang Murid, Ternyata Ini Sebabnya
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita